Tumpahan Feronikel di Laut Obi Tak Cemari Lingkungan

“Karena 4.000 feronikel yang tenggelam di perairan Obi cukup banyak kami tidak dapat memprediksi dampak pencemaran lautnya. Sebab pencemaran laut butuh waktu lama,” akunya. 

Terpisah, anggota tim investigasi DLH Halsel, Ridwan Lajadi menyebutkan, untuk mengetahui perairan laut Obi tercemar atau tidak, ada delapan (8) spesimen yang dibawa tim untuk diuji di laboratorium SWAS.

BACA JUGA  Mantan Karo BPBJ Maluku Utara Divonis Penjara 4,2 Tahun dan Denda Rp 200 Juta

Kedelapan spesimen ini yaitu, chromium hexavalent dissolved (Cr-VI), arsenic dissolved (AS), cadmium dissolved (Cd), copper dissolved (Cu), lead dissolved (Pb), nickel dissolved (Nd), di tambah zinc dissolved (Zn) dan mercury dissolved (Hg) 

“Kerja tim investigasi kunjungi TKP tumpahan feronikel pada 11 Mei lalu, sampel air yang diambil dari kedalaman 5 meter untuk diuji laboratorium SWAS Manado untuk memastikan pencemaran perairan laut Pulau Obi. Tapi hasil uji menyebutkan masih dibawa baku mutu,” jelasnya. 

BACA JUGA  Geger ! Pengakuan Guru di Morotai : Pencabulan Siswi Sering Terjadi tapi Dianggap Bukan Hal Besar

Menurut Ridwan, pihaknya masih tetap mengawasi apabila ada laporan ada indikasi pencemaran perairan laut kemudian hari.

“Prinsipnya kami akan tetap bekerja mengawasi lingkungan di setiap aktivitas pertambangan, baik limbah BIJI dan pencemaran lingkungan laut,” ujarnya. 

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah