Pemerintah sudah rapat dengan tokoh agama para imam. Dan mempersilahkan tradisi ini digelar di desa-desa.
Ailan Goraahe (Kabag Humas Pulau Morotai)
Daruba, Maluku Utara– Pawai obor keliling untuk menyambut lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah atau di malam takbiran, kini telah diizinkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai.
Sebelumnya oleh otoritas setempat dilarang untuk melakukan takbir keliling, melainkan hanya dilakukan takbiran di masjid atau mushola saja.
Hal itu diputuskan dalam rapat koordinasi antara pemerintah daerah dengan tokoh agama dan para imam se-Pulau Morotai pada 18 April.
Diketahui, untuk takbiran keliling rencananya mengambil rute start di depan patung monumen Ir Soekarno atau tepatnya di depan sekolah SMP Negeri 1 Unggulan Morotai.
“Jadi Pemda Morotai memfasilitasi pawai obor keliling jalan kaki pada malam sebelum Sholat Ied (menyesuaikan hasil sidang isbat) di Pusat Kota Daruba,” ungkap Kepala Bagian Humas Setda, Ailan Goraahe, kepada wartawan, Rabu (19/04/2023).
Pemerintah dikatakan, sudah rapat dengan tokoh agama para imam. “Dan mempersilahkan tradisi ini digelar di desa-desa,” imbuhnya.
Menurutnya, takbiran dengan obor keliling tetap dilaksanakan. Sebab Takbiran keliling sudah menjadi tradisi umat Islam di Morotai dan Malut umumnya.
Oleh sebab itu, Kata Ailan, bahwa Pj Bupati Pulau Morotai, M Umar Ali mempersilahkan umat Islam menggemakan takbir untuk mengagungkan nama Allah menyambut hari kemenangan.
“Takbiran dan pawai obor Start dari Patung Bung Karno (Sport and Studi Center). Jalan menuju Tugu Pancasila, belok kiri mengikuti depan Kantor Kejaksaan Negeri,” ujarnya.
Kemudian, sambung dia, dilanjutkan ke Taman Kota Daruba dan jalan KH Akhmad Syukur Gotalamo.
“Sampai di Tugu Bintang, kembali ke arah Tugu Pancasila dan finish di Patung Bung Karno (tempat start),” paparnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!