Pertanian dan Ketahanan Pangan jadi Peluang Investasi Malut, Ini Kendalanya

Untuk mewujudkan ketahanan pangan Maluku Utara yang kuat perlu adanya dorongan bagi Dinas Pertanian untuk melakukan asistensi dan pembinaan kepada para petani

Achmad Syaiful Mujab (Perwakilan Kepala Kanwil Ditjen PerbendaharaanMalut)

Ternate, Maluku Utara- Peluang investasi Provinsi Maluku Utara (Malut) pada sektor pertanian menjadi isu strategis regional di daerah ini.

Berdasarkan tabel analisis input dan output Balai Pusat Statistik (BPS) Malut yang dipublikasikan pada tahun 2021, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor potensial untuk dikembangkan karena memiliki karakteristik Indeks Daya Penyebaran (IDP) sebesar <1 dan indeks Derajat Kepekaan (IDK) sebesar >1.

BACA JUGA  BI Maluku Utara: Optimalisasi BUMD Pangan Strategi Kunci Kendalikan Inflasi Daerah

“Dari sisi PDRB, pada tahun 2022 sektor ini menjadi penyumbang terbesar ketiga dan menyumbang 14,65 persen dari total PDRB Maluku Utara,” papar Perwakilan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara, Achmad Syaiful Mujab, Senin (27/02/2023). 

Setelah dipetakan, kata Mujab, karakteristik pertanian di Maluku Utara lebih condong ke tanaman perkebunan dan sebagian tanaman pangan. Komoditas kelapa menjadi komoditas yang paling banyak dihasilkan dan mencakup 6 wilayah di Maluku Utara seperti Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, dan Kepulauan Sula. 

BACA JUGA  Ranperda CPPD Ternate: Ikhtiar Menjaga Dapur Warga Tetap Menyala
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah