Masih ada tambahan dua desa lagi yang dilanda longsor dan banjir rob. Untuk kerusakan belum dipastikan nanti akan ditindaklanjuti BPBD
M. Ichwan Iskandar Alam (Kepala BPBD Halsel)
Labuha, Maluku Utara- Desa Kaireu, Kecamatan Bacan Timur di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) saat ini membutuhkan penanganan darurat pasca banjir bandang yang melanda desa itu pada 19 Februari lalu.
Berdasarkan data Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel, kebutuhan infrastruktur untuk wilayah sungai sangat dibutuhkan desa itu seperti normalisasi sungai sepanjang 475 meter dan pemasangan bronjong sepanjang 300 meter di sungai.
“Selain 18 unit rumah warga tergenang banjir, terdapat penumpukan material pasir dan batu di bantaran sungai, makanya harus dilakukan pembuatan bronjong 300 meter sekalian normalisasi sungai sepanjang 475 meter,” kata Kepala BPBD Halsel, M. Ichwan Iskandar Alam saat diwawancarai Haliyora.id, Rabu (22/2/2023).
Menurut Ichwan, penanganan darurat sungai yang berada dibelakang Desa Kaireu itu penting dipercepat untuk mengantisipasi datangnya banjir susulan.
“Tim TRC BPBD Halsel juga sudah diturunkan ke lokasi sekalian membagikan logistik sembako ke warga terdampak banjir,” tambahnya.
Selain Kaireu, BPBD Halsel juga akan menerjunkan tim TRC ke lokasi terdampak bencana pasca cuaca ekstrim di desa lainnya seperti di Desa Karamat, Kecamatan Kayoa dan Sabelei di Makian Barat untuk mengecek kerusakan talud penahan ombak dan 2 ruas jalan setapak yang ambruk akibat hantaman banjir rob.
“Masih ada tambahan dua desa lagi yaitu, Sidopo di Bacan Utara dan Indari di Bacan Barat yang dilanda longsor dan banjir rob. Untuk kerusakan belum dipastikan nanti akan ditindaklanjuti BPBD,” pungkasnya. (RA-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!