Pria Paruh Baya di Morotai Hilang Misterius di Area Pekuburan

Sementara itu, Safri (52), salah satu warga Desa Daeo, yang  juga kerabat Edi Pawane, menceritakan bahwa korban sempat singgah ke rumahnya usai sholat Jumat karena kehujanan.

“Dia singgah di rumah karena saat itu hujan deras. Saya dan korban sempat makan bersama. Sekitar jam 4 sore, dia minta pamit padahal hujan masih deras, dan saya bilang jangan dulu pergi diluar masih hujan, tetapi dia bersikeras, katanya kalau hujan deras  nanti dia singgah ke rumah keluarga yang lain. Jadi cuma itu saja yang saya tahu itu,” ungkap Safri.

BACA JUGA  APBN 2023 untuk Malut Ditetapkan Rp.16,84 Triliun, Dana Desa Rp. 834,59 Miliar

Terpisah, salah satu petugas kepolisian dari Polres Pulau Morotai, Bripka Julkarnaen ketika ditemui di lokasi kejadian, mengaku hilangnya Edi Pawane sementara masih dalam penyelidikan.

“Jadi kami masih lakukan penyelidikan di area lokasi sini. Tadi juga anggota Polres Morotai sudah menyisir semua lokasi di sini, untuk mencari keberadaan korban, tapi belum menemukan tanda-tanda korban,” singkatnya. 

BACA JUGA  Pemprov Malut Diminta Terbuka Soal Kebijakan Anggaran, Wagub : SK Sudah Diserahkan

Hingga berita ini dipublis, upaya pencarian masih berlangsung. (RF-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah