“Bukannya negara harus menghargai peradaban masyarakatnya? Masyarakat Kawasi adalah masyarakat pesisir. Hidup mereka ada di pantai dan laut selain kebun. Bagi mereka, dunia ini hampa, bila tak mendengar bunyi ombak dan anak-anak mereka bermain di atas buihnya,” tutur Estom.
Dengan rencana menjauhkan mereka dari pantai yang saat ini jaraknya hanya sejengkal saja, dipertanyakan apakah sudah dipikirkan bagaimana dengan peradaban dan psikologi sebagai masyarakat pesisir jika dipindahkan nanti.
“Bila mereka harus ‘diasingkan’ ke bukit, bukankah mereka benar-benar dicabut dari peradabannya sebagai masyarakat Pesisir,” katanya.
Lanjutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat maupun lingkungannya. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah diminta untuk meninjau kembali Amdal perusahaan yang saat ini sudah beroperasi di tengah pemukiman itu.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!