“Ini yang kita sebut sebagai KPBU yang artinya secara pembiayaan infrastruktur ada kerjasama antara pemerintah dan swasta”
Armin Zakaria (Kepala Dishub Prov. Malut)
Sofifi, Maluku Utara- Rencana pemerintah untuk membangun bandara Loleo sebagai salah satu fasilitas yang bertaraf internasional dan menjadi yang terbesar di Indonesia Timur, sepertinya akan melibatkan pihak asing.
Bukan tidak mungkin, rencana pembangunan bandara yang diperkirakan akan menelan anggaran sebesar tujuh triliun rupiah itu, akan dikeroyok dalam hal pembiayaannya, termasuk menjalin kerjasama dengan pihak swasta.
Dari kabar yang diperoleh Haliyora.id, disebutkan jika sudah ada penanam modal (investor) asing yang tertarik dan bersedia untuk berinvestasi dalam proyek ini.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Maluku Utara (Malut), Armin Zakaria dalam rilisnya mengatakan, saat ini sudah ada investor China yang bersedia untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan Bandara Loleo.
“Ada ketertarikan investor dari China yang siap berinvestasi dalam proyek ini,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!