Dua dari 4 Spesialis Pencuri Antar Provinsi Diringkus Polisi

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) dan Polres Ternate berhasil mengamankan dua pelaku spesialis pencurian antar provinsi. Keduanya berasal dari Maluku Tengah, dan diketahui masih ada ikatan keluarga (bersaudara).

Bacaan Lainnya

Sesuai pengembangan, diketahui bahwa spesialis pencurian antar provinsi ini dilakukan secara komplotan sebanyak empat orang, namun baru diamankan dua pelaku, dua orang lainnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Pelaku yang berhasil diamankan sementara ini ada dua orang, sebenarnya komplotan ini ada empat tapi baru diamankan yaitu Salman Tuharea dan Wahyudi Tuharea, mereka berdua bersaudara berasal dari Desa Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku,” ungkap Kapolres Ternate, Aditya Laksimada dalam Konferensi Pers di Mapolres Ternate, Selasa (12/01/2021).

Pengungkapan kasus pencurian itu atas dasar penyidikan dengan dasar L/P Nomor 23/10/2020 tertanggal 21 Oktober. “TKP-nya di geraja Elsaday Kalumpang” ujar Aditya Laksimada.

“Jadi kedua pelaku baru diamankan tanggal 2 dan tanggal 9 Januari 2021. Salman diamankan tanggal 2, sedangkan Wahyudi diamankan tanggal 9. Ini berkat kerja sama dengan Subdit Gamnat Polda Maluku dan Polresta Ambon,” ungkap Kapolres.

Sementara keduanya ditangkap dengan barang Bukt (BB) yang diamankan berupa satu unit keyboard dan satu infokus merek Sony.

Adiya mejelaskan, dalam pengembangannya, komplotan pencuri antar provinsi itu, selain melakukan aksinya di gereja Elyaday juga ada TKP lain, yakni di Puskesmas Kalumpang dengan BB yang dicuri adalah Infokus merek Sony kemudian di Tidore, Bacan dan Jailolo.

“Di Tidore, mereka berhasil membobol sebuah brankas dan menggasak uang sebanyak Rp 450 juta,”ungkap Aditya, tanpa menyebut brankas milik siapa.

Hasil penyelidikan juga diketahui komplotan ini merupakan spesialis pencurian antar provinsi, karena pernah melakukan aksi pencurian di Seram Utara dan Seram Barat dengan TKP kantor KPU setempat.

Disebutkan pula, dari penyelidikan diketahui dalam melakukan aksinya, mereka kebanyakan menyasar kantor-kantor yang kosong, seperti kantor pemerintahan di Tidore, KPU, Puskesmas dan ada pula di Gereja.

Terungkap pula, para pelaku itu sudah berada di lokasi sasaran sejak enam bulan dan baru terungkap dua kasus pencurian pada dua TKP yang berbeda.

Para tersangka ini merupakan residivis, karena pernah tertangkap di Seram Tengah saat melakukan pencurian di kantor KPU setempat.

“Atas kerja sama dengan Polres Ambon, dua orang pelaku yakni Salman dan Wahyudi telah diamankan di desa asalnya desa Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Masih tersisa dua orang lagi yang masuk DPO, yaitu Imran Tuharea dan Maulana Tuharea. Kami berharap bisa menangkap dua orang itu secepatnya,” ujar Kapolres Ternate.

“Atas perbuatan mereka, maka pelaku pencurian antar provinsi itu disangkakan melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tambah Aditiya. (Jae-1)

Pos terkait