Dikatakan, pembangunan Bandara Loleo membutuhkan skema Public-Private Partnerships (PPP) dalam penyediaan dan pembiayaan infrastruktur.
“Ini yang kita sebut sebagai KPBU yang artinya secara pembiayaan infrastruktur ada kerjasama antara pemerintah dan swasta,” ungkap Armin, Senin (30/1/2023).
Mantan juru bicara Gubernur Malut ini bilang, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan juga akan mengalokasikan dana sekitar 50 persen dalam proyek pembangunan Bandara Loleo.
“Ada dana sharing dari Kemenhub juga. Sekitar 50 persen. Sisa pembiayaan itu ditanggung oleh investor yang mau berinvestasi,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Abdul Gani Kasuba mengumumkan bahwa pembangunan bandara Loleo ini membutuhkan anggaran sebesar tujuh triliun rupiah. Gubernur bahkan mengklaim pembangunannya akan rampung sebelum akhir masa jabatannya. (RS-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!