Sofifi, Maluku Utara– Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Saifuddin Juba mengungkapkan, dari 21 paket proyek multi years (MY) yang ditenderkan melalui APBD Perubahan tahun anggaran 2022, sekitar tujuh paket yang sudah dikerjakan pihak rekanan.
“Sehingga kita berharap di awal tahun 2023 semua sudah bisa dikerjakan karena target kita proyek multiyears sudah harus selesai,” kata Saifuddin Juba, Rabu (4/1/2023).
Menurutnya, paket MY berupa proyek jalan dan jembatan itu jika benar-benar difokuskan, maka tak ada aral melintang bisa selesai enam bulan saja, berbeda dengan proyek pembangunan sarana fisik lainnya seperti gedung.
“Proyek jalan dan jembatan itu kalau fokus enam bulan saja bisa selesai, karena dia beda dengan gedung karena banyak sekali item yang harus dikerjakan, kalau jalan jembatan tidak seperti itu,” katanya enteng.
Menurutnya, memasuki awal tahun 2023 ini, waktu pekerjaan terbilang lama sehingga seluruh pekerjaaan sudah harus selesai sebelum akhir tahun.
“Karena waktunya sangat panjang, jika tidak selesai maka mereka (rekanan) akan kena denda keterlambatan. Begitu juga proses pembayaran akan ditangguhkan hingga 2024,” tandasnya. (Sam-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!