Ternate, Maluku Utara- Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman mengaku ketahanan pemerintah dalam menghadapi inflasi ekonomi yang terjadi di Kota Ternate masih bisa dikendalikan.
Dibanding dengan daerah lain di Provinsi Maluku Utara, tingkat inflasi Kota Ternate terbilang rendah yaitu 32 persen.
“Inflasi Kota Ternate sangat rendah dibandingkan dengan daerah lain karena secara ekonomi hanya 32 persen dan jadi paling rendah di seluruh Indonesia,” kata Tauhid saat menyerahkan paket sembako murah di Kecamatan Moti dalam rangka Hari Jadi Kota Ternate ke 772 tahun, Sabtu (24/12/2022).
Menurut Tauhid, upaya mengendalikan inflasi ekonomi oleh Pemkot Ternate dapat dilihat dari harga bahan pokok (Bapok) di pasar Ternate sejauh ini telah terkendalikan.
Selain itu, upaya lain yang dilakukan Pemkot Ternate untuk mengendalikan laju inflasi yaitu memasukan kegiatan pasar murah ke APBD. Ini penting dilakukan karena juga berkaitan dengan program pemerintah pusat.
“Mudahan-mudahan pasar murah, cukup membantu ibu rumah tangga dan bisa terpenuhi beberapa hari kedepan,” ucapnya.
Adapun sebanyak 250 paket sembako yang dijual murah di kegiatan Pasar Murah di Kecamatan Moti. Barang yang disediakan berupa, 10 kilogram beras dengan harga jual Rp.115 ribu, gula pasir seharga Rp.11 ribu dengan harga jual dua kilogram Rp.22 ribu, minyak goreng Rp.32 ribu dengan harga jual satu saset atau dua liter Rp.32. Sementara susu kental manis Rp 8.000 per kaleng, dengan harga jual Rp.16 ribu untuk dua kaleng. (Arul-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!