Morotai, Maluku Utara- Petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Lanal Morotai, melakukan aksi bersih-bersih di area pelabuhan kapal veri, lokasi eks Sail Morotai dan Lanal, di Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan.
Amatan haliyora.id, Jum’at (18/11/2022), tampak petugas gabungan ini menyisir pantai untuk mengangkut sampah yang mencemari di area tersebut.
Didepan pangkalan Angkatan Laut yang berjarak kurang lebih 300 meter, terdapat sampah plastik seperti botol air mineral, kemasan plastik makanan siap saji hingga sampah plastik lainnya. Ada juga sampah dari ranting kayu, gelondongan kayu yang sudah lapuk, dan daun-daun kering yang sudah membusuk.
Sekitar pukul 09.00 WIT, DLH, petugas gabungan ini mengerahkan 4 unit mobil truck untuk mengangkut sampah-sampah itu.
Diperkirakan, sampah yang berhamburan ditiga lokasi tersebut mencapai 20 ton. Sampah-sampah ini bukan hanya berasal dari Pulau Morotai saja, namun juga sampah kiriman yang dibawah arus air laut dari daerah lain seperti dari Pulau Halmahera hingga negara tetangga, Philipina.
“Sampah ini kemungkinan besar bawaan dari Halmahera dan bahkan Philipina, karena selama ini sampah di Morotai tidak pernah terjadi penumpukan seperti ini di Pulau Morotai, terutama dilokasi eks Sail hingga Lanal,” kata Daeng Mapuji, salah seorang petugas gabungan ketika disambangi wartawan.
Daeng mengungkapkan, selama dirinya betugas di Morotai, baru pertama kali ia melihat sampah sebanyak ini.
“Diperkirakan sampahnya 20 ton, karena kebanyakansampah ini bekas-bekas potongan kayu, bambu, botol-botol kaca, sendal, bahkan botol air mineral dan lain-lain. Jadi pasti kalau ditimbang itu sampai 20 ton,” tambah salah seorang petugas. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!