Ternate, Maluku Utara- Kesimpang siuran data jumlah penumpang kapal motor (KM) Cahata Arafah yang tenggelam di perairan Tokaka, Gane Barat Halmahera Selatan pada 18 Juli lalu akhirnya terjawab. Terbaru, Basarnas merilis jumlah manifest penumpang KM. Cahaya Arafah per 22 Juli 2022, yaitu sebanyak 77 penumpang dengan rincian, 66 orang dinyatakan selamat, 10 penumpang dinyatakan meninggal dunia, dan satu (1) lainnya masih dalam proses pencarian.
Data ini berbeda dengan data yang diterbitkan sebelumnya oleh Basarnas yakni berjumlah 77 penumpang, 64 selamat, 10 meninggal dunia, dan 3 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian.
Sesuai data yang diterima haliyora.id pada Jumat (22/7/2022) malam tadi, dari 77 penumpang, ada penambahan jumlah penumpang yang selamat sebanyak 2 orang sehingga menjadi 66 orang dari sebelumnya 64 orang saja. Dengan demikian, korban yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 10 orang, sedangkan 1 lainnya masih dalam proses pencarian, bukan 3 orang.
Penambahan 2 penumpang selamat ini diterima Basarnas dari laporan Kepala Desa Dolik, Iswadi Ishak (39) pada Jumat (22/7/2022) kemarin. Adapun dua warga Dolik yang turut menumpangi kapal naas itu antara lain, Sulmarlina Udj, Hi. Ahmad (26), dan Faisal Tanisan (54). Kedua warga Dolik yang selamat ini dilaporkan Kepala Desa Dolik ke Basarnas Ternate dengan surat keterangan Nomor 14/69/SK/DLK-GBU/VII/2022 tertanggal 22 Juli 2022.
Sementara itu, Kepala Desa Dolik, Iswadi Ishak yang dikonfirmasi haliyora.id membenarkan dua warganya selamat dari musibah kapal karam itu. Ia mengaku dari total penumpang KM. Cahaya Arafah asal desanya, ada sekitar 8 orang, 7 ditemukan selamat, sementara satu lainnya meninggal dunia.
Iswadi mengakui, dua penumpang asal Dolik yang selamat itu awalnya tidak masuk di dalam laporan data penumpang KM. Cahaya Arafah asal Dolik yang dilaporkan selamat, sehingga di dalam laporan awal, sebanyak 3 korban yang dilaporkan hilang , bukan 1 orang seperti data Basarnas sebelumnya. Kedua penumpang selamat ini kata Iswadi, baru dilaporkannya ke Basarnas pada Jumat, 22 Juli kemarin.
“Iya, setelah dikroscek kembali, bahkan menunggu pengaduan warga hanya salah satu pihak korban yaitu Mikaila Ismit. Makanya hanya satu saja korban hilang, bukan tiga yang saya laporkan,” aku Iswadi Ishak, Sabtu (22/7/2022).
Sementara itu, informasi yang berhasil diperoleh menyebutkan, kedua korban selamat asal Desa Dolik, satu penumpang atas nama Sulmarlina Udj, Hi. Ahmad (26) alias Lina masuk dalam daftar manifest penumpang KM. Cahaya Arafah, sementara Faisal Tanisan (54), tidak termasuk dalam daftar manifest penumpang kapal.
“Kalau penumpang bernama Sulmarlina itu masuk daftar manifest penumpang, tapi Faisal Tanisan tidak termasuk dalam manifest penumpang, tapi dia juga ikut menumpangi Cahaya Arafah,” beber Iswadi.
Menurut informasi yang diperoleh menyebutkan, setelah ditemukan dan dievakuasi tim SAR gabungan yang dibantu warga ke posko penampungan korban kapal tenggelam di Desa Tokaka, Sulmarlina dan Faisal langsung beranjak balik ke desa asal yaitu Desa Dolik dengan menumpangi sepeda motor (tukang ojek red) hari itu juga.
Pada lamaan berita haliyora.id edisi Kamis 21 Juli 2022, seperti dilansir dari data Camat Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Abdul Rajak Hi. Daiyan menyebutkan, dari 77 penumpang kapal, 10 di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan 1 korban lainnya masih dalam proses pencarian. Data ini berbeda dengan data dari Basarnas Ternate sebelumnya, yang menyebutkan total penumpang yang ditemukan meninggal sebanyak 10 orang, sementara 3 lainnya belum ditemukan.
Di sisi lain, data jumlah korban baik sudah ditemukan dan dalam proses pencarian oleh Tim SAR gabungan yang dikeluarkan Camat Gane Barat Utara, Abdul Rajak Hi. Daiyan dibantah Kepala BPBD Halsel, Muhammad Ichwan Iskandar Alam. Di edisi yang sama, Iskandar menyebut data yang dibeberkan Camat Gane Barat Utara itu tidak dapat dibenarkan keabsahannya. Menurut Iskandar, data riil resmi baik penumpang kapal, korban jiwa maupun yang belum ditemukan harus mengacu pada data tim Basarnas, bukan data pihak kecamatan.
Belakangan, fakta mengenai keberadaan 13 penumpang kapal yang hilang dengan rincian, 10 ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan 3 lainnya masih dalam pencarian yang dirilis Basarnas, bertolak belakang dengan data resmi yang dikeluarkan, Jumat 22 Juli kemarin. Dengan demikian, jika dirunut dari jumlah penumpang, 77 orang, 10 dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu penumpang lainnya belum ditemukan yakni Mikaila Ismit, bocah berusia 4 tahun asal Desa Yomen, Kecamatan Kepulauan Joranga Kabupaten Halmahera Selatan. (Asbar/Wan/2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!