Morotai, Maluku Utara- Proyek multiyears pembangunan gedung Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai yang dihentikan pada tahun 2021, kembali dilanjutkan. Tapi lanjutan pekerjaan proyek tersebut tidak lagi menggunakan sistem multiyears.
“Kita gunakan tahun tunggal, jadi proyeknya harus selesai di Desember tahun 2022 ini,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Morotai, M. Jain A. Kadir, saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Selasa (19/07/2022).
Dana yang dialokasikan untuk melanjutkan proyek tersebut, kata Jain, sebesar Rp 5 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2022. “Yang kerja itu CV Morojaya Sentosa Abadi,” kata Jain A. Kadir.
Menurutnya, gedung UNIPAS yang akan dilanjutkan ini konstruksi bangunannya satu lantai tidak menggunakan atap tapi cor dek.
“Dia tidak secara spesifik disebutkan ini ruang apa, tapi ada beberapa petak ruangan. Jadi pembangunannya hanya lantai satu, terus cor dek, dan tutup dinding saja. Untuk progresnya saat ini saya belum tahu berapa, nanti saya tanya dulu ke PPK,” tambahnya.
Sekedar diketahui, proyek pembangunan gedung UNIPAS Pulau Morotai sebelumnya pernah masuk dalam proyek multiyears Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai pada tahun 2019 silam bersamaan dengan tiga proyek lainnya, yakni Masjid Raya Okumene dan BUMDes yang masa kontraknya sampai dengan tahun 2022. Kala itu, proyek gedung Unipas dialokasi dalam program multiyears sebesar Rp 24 milyar.
Hanya saja, proyek yang dikerjakan oleh PT Rajawali Indah Permai itu sudah mangkrak pada tahap awal pembangunan, karena masalah status yayasan kampus.
Saat itu progres pekerjaan proyek tersebut baru pada tahap pembuatan fondasi. Proyek tersebut sebelumnya direncanakan dilanjutkan kembali pada pertengahan tahun 2021 karena status kepemilikan yayasan kampus telah diselesaikan. Hanya saja batal dilaksanakan. Akhirnya menjelang tahun 2021, Pemkab Pulau Morotai memutuskan menghentikan proyek tersebut. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!