Ternate, Maluku Utara- Intensitas hujan beberapa minggu terakhir mulai sejak 6 Juli 2022 sampai, Selasa (12/7/2022), membuat dua (2) pemilik rumah yang berada di tepi kali Jambula Ternate tak bisa tidur nyenyak. Selain itu, ketakutan bakal terjadi tanah longsor pun dirasakan tiap kali turun hujan.
“Sudah beberapa bulan ini ketika hujan kami dalam rumah sudah mulai takut saat banjir, apalagi hujan dan banjir di malam hari, kami tidak bisa tidur karena takut rumah kami terbawa banjir,” ungkap Saffi, warga Jambula RT 01/RW 01 yang juga pemilik rumah di bantaran kali itu kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).
Kengerian lainnya, kata Saffi, luapan air kali juga disertai bunyi dentuman batu-batu fondasi penahan kali yang ambruk terbawa derasnya air kali. Ia berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kota Ternate untuk membangun tanggul baru di sekitar daerah aliran kali sehingga tidak terjadi longsor lagi.
“Ketika banjir itu datang bukan cuma air, tapi bunyi lain seperti ada yang yang memukul rumah kami dengan batu, padahal itu gesekan batu-batu besar di fondasi kali. Kami minta kerja samanya baik dari pemerintah dan warga agar bisa membangun fandasi baru sehingga tidak longsor lagi,” pintanya.
Sementara itu, Abdul Wahab, salah seorang warga lainnya mengaku tanggul penahan air di kali tersebut dibangun pada tahun 2015 silam, namun pada tahun 2017 roboh karena tergerus air kali. Patahan tanggul yang roboh ini, lanjut Abdul Wahab, sekitar 10 meter persis di dekat rumah kedua warga Jambula itu.
“Ini akibat dari tidak ada tiang di fondasi sehingga tidak kuat atau tidak tahan lama. Kalau tidak diperbaiki atau dibangun, lama kelamaan rumah kami dibawa banjir. Kami berharap kepada DPRD dan Pemkot Ternate tolong perhatikan kondisi kami ini,” ujarnya. (Ir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!