Ternate, Maluku Utara- Aksi boikot lahan Kantor DPD Gerindra Maluku Utara di Sofifi oleh beberapa orang yang mengaku Pemilik lahan ditanggapi DPD Gerindra Maluku Utara.
Minggu (03/07/2022), DPD Gerindra Malut melalui Juru Bicara (Jubir) menanggapi hal tersebut. Saat dikonfirmasi Haliyora, Ikhi Sukardi Husen menjelaskan, secara prinsip tidak ada masalah terkait lahan tersebut. Karena kedua belah pihak sudah bersepakat untuk adanya jual- beli.
“Tidak ada masalah, hanya ada mis-komunikasi di internal keluarga, makanya tadi sudah di-clearkan kedua pihak,” ungkap Ikhi.
Disampaikan Ikhi, saat aksi siang tadi oleh pemilik lahan, pihak DPD Gerindra Malut langsung mengutus perwakilan Pengurus DPD dan Notaris untuk berkomunikasi dengan pemilik lahan.
“Tadi sore sudah bersepakat, besok semuanya dituntaskan,” ujar Jubir Gerindra.
Ikhi juga menambahkan, dalam proses jual beli biasanya ada tawar-menawar dan itu hal biasa. Menurutnya, hal itu tidak perlu dipolemikan.
“Biasalah, yang namanya proses seperti ini kan harus ada tawar-menawar antar penjual pembeli,” cetusnya.
Bahkan, kata Ikhi, sore tadi pihak pemilik lahan meminta maaf ke Gerindra dan Ketua DPD, karena ada mis-komunikasi internal keluarga.
“Karena ada mis-komunikasi, Pemilik lahan tadi sore juga meminta maaf ke Ketua MS, dan akan diselesaikan secara baik-baik,” jelasnya. (Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!