Emak-Emak di Sula Menjerit, Harga Barito Meroket Jelang Lebaran

Sanana, Maluku Utara- Harga kebutuhan dapur berupa, bawang, rica dan tomat (barito) di pasar Basanohi Sanana, Desa Fogi Kecamatan Sanana Kepulauan Sula jelang lebaran Idul Adha naik drastis.

Lihat saja, untuk harga cabai keriting
saat ini Rp 60 ribu perkilogram. Padahal harga sebelumnya hanya Rp Rp 50 ribu perkilogram.

Begitu juga harga bawang merah saat ini naik menjadi Rp 80 ribu perkilogram dari harga sebelumnya Rp 50 ribu perkilogram, bawang putih naik ke harga 50 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp 40 ribu perkilogram, sementara tomat dari harga sebelumnya yaitu Rp 15 ribu perkilogram, naik menjadi Rp 25 ribu perkilogram.

Kenaikan juga terlihat di kebutuhan dapur lainnya, seperti minyak goreng curah perbotol ukuran ½ liter kini naik menjadi Rp 40 ribu dari harga sebelumnya yaitu Rp 20 ribu saja. Sedangkan untuk harga telur Rp 70 ribu per rak dari harga sebelumnya Rp 55 ribu saja.

BACA JUGA  Pemkab Morotai Buka Peluang untuk Pengusaha Kembangkan Bisnis di D’aloha Fish Market

Sementara itu, kenaikan harga bumbu dapur dan kebutuhan lainnya dipasar Basanohi dikeluhkan ibu-ibu rumah tangga.

“Sisa satu minggu lagi lebaran makanya semua harga sembako mahal, kemarin dulu itu tomat naik sampe Rp 40 ribu perkilogram sekarang sudah turun Rp 25 perkilogram, tapi itu masih tetap mahal,” keluh Nia, salah seorang warga kepada Haliyora, Minggu (3/7/2022).

Senada juga disampaikan oleh Yati, salah seorang warga lainnya yang berbelanja disitu. Yati mengaku resah lantaran harga barito mengalami kenaikan drastis menjelang lebaran.

BACA JUGA  Jelang Idul Adha, Harga Barito di Pasar Gosalaha Tikep Melonjak

“Hari ini saja sudah naik begini apalagi kalau tiga hari lebaran akan lebih naik,” kata Yati.

Terpisah, Bia , salah seorang pedagang barito di pasar Basanohi Sanana membenarkan adanya kenaikan harga kebutuhan dapur tersebut. “Ia memang agak harga barito saat ini dari sebelumnya,” akuinya.

Ia menambahkan, kenaikan harga barito di pasar Basanohi dipicu dari kurangnya hasil penen para petani akhir-akhir ini karena musim hujan.

“Kalau musim hujan begini biasanya produksi berkurang, sehingga kita yang di pasar Sanana kesulitan mendapatkan Barito, tentu harga barito pasti naik,” imbuhnya. (Sarif-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah