Ternate, Maluku Utara- Pernyataan Syahril Marsaoly (SM) melalui media beberapa saat lalu yang mengatasnamakan beberapa DPC adalah pernyataan pribadi dan bukan atas nama partai Gerindra MalukuUtara, bahkan merupakan pembohongan publik.
Hal itu ditegaskan Ikhi Sukardi Husen, Juru Bicara DPD Partai Gerindra Maluku Utara via Whatsapp yang dihubungi Haliyora, Rabu (29/06/2022).
Menurut Ikhi, kapasitas Syahril Marsaoly dan Muhammad Abdul Kadir tidak lagi mewakili apalagi membawa embel-embel partai Gerindra.
“Beliau berdua (SM dan MSK) tidak lagi dalam kapasitas sebagai pengurus Gerindra Malut. Sebab telah dilakukan penyegaran pengurus dan beliau berdua tidak lagi masuk,” ujar Ikhi.
Disebutkan Ikhi, pada saat konferensi pers pun DPC yang disebut tidak bersama-sama sehingga itu hanyalah klaim sepihak dari Syahril Marsaoly.
Ikhi juga menjelaskan, organisasi Garda Merah Putih yang ikut dibawa-bawa oleh saudara Muhammad Abdul Kadir adalah tidak benar karena yang bersangkutan telah lama dinonaktifkan dan dipecat dari Ketua Garda Merah Putih Maluku Utara.
Ikhi bahkan mengklarifikasi, tidak ada DPC yang ikut meminta atau menandatangani surat evaluasi Ketua DPD Partai Gerindra, sebagaimana yang disebut Syahril Marsaoly.
” Tidak benar, itu pembohongan publik, buktinya tidak ada surat permintaan evaluasi. Itu hanya pernyataan pribadi SM, yang membawa-bawa nama 7 DPC,” cetus mantan Ketua KNPI Maluku Utara itu.
Menurut Ikhi, tuduhan saudara Syahril Marsaoly adalah fitnah yang bisa dibalikan ke yang bersangkutan karena mencemarkan nama baik seseorang.
“Kalo yang disebut di media terkait bantuan sosial Covid-19, perselingkuhan, IUP dan fee proyek, itu kan sebatas tuduhan alias fitnah,” ujar Jubir Partai Gerindra Malut itu.
Sebaiknya, kata Ikhi, saudara SM dan MAK tidak lagi bicara atas nama Partai Gerindra Maluku Utara, apalagi di media.
Saat ini, sambung Ikhi, DPD Gerindra Maluku Utara sedang terus berkonsolidasi dan mematangkan berbagai program pemenangan Pemilu, Pilpres dan Pilkada.
Terkait klaim adanya kekalahan Prabowo atau Gerindra di Maluku Utara 2024, itu hanyalah bagian dari pernyataan tendensius yang tidak berdasar.
“Pernyataan seperti itu justru kami curigai sebagai oknum yang sengaja hadir untuk menggoyang partai Gerindra Malut, di tengah respon publik yang makin tinggi terhadap Gerindra dan Bapak Prabowo,” ungkap Ikhi.
Bahkan, sambung Ikhi, saat ini animo masyarakat untuk mendaftarkan diri dan berkompetisi dalam Pileg 2024 melalui Partai Gerindra sangat besar.
Ikhi berharap, saudara SM dan MAK ikut mendaftar dalam Pra-Caleg Gerindra sehingga mampu membuktikan dukungannya ke partai dan Prabowo lewat kompetisi Pileg. “Beliau berdua kan belum membuktikan dukungan suara ke Gerindra, minimal melalui Caleg,” imbuhnya.
Selain Pra-Caleg yang saat ini digelar, Gerindra Maluku Utara baru saja menyelesaikan agenda Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor DPD dan Deklarasi Dukungan atas Pencalonan Prabowo Subianto Sebagai Presiden RI 2024. (Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!