Petani Gagal Panen karena Banjir, Kades Maidi Minta Perhatian Pemkot Tikep

Tidore, Maluku Utara- Bencana Banjir yang terus melanda lokasi trasnsmigrasi Maidi, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, khususnya di Sp 1 dan Sp 2 berdampak terhadap Petani. Selain merusak tanaman warga trans, binatang buas seperti buaya juga sering muncul saat banjir.

Itu disampaikan Kepala Desa Maidi Abdullah Yakub kepada Haliyora via WhatsApp, Selasa (14/06/2022).

“Kalau sudah banjir itu warga sangat khawatir, sebab warga trans Maidi itu kan rata-rata tanam buah naga. Nah, kalau so banjir pasti tersendam semua akhirnya tidak subur lagi. Selain itu binatang buas seperti buaya pun sering muncul dan masuk hingga ke dalam pekarangan rumah warga. Ini yang sangat ditakuti warga. Mereka merasa sangat tidak nyaman kalau datang banjir,” ujarnya.

BACA JUGA  Dinkes Halmahera Selatan Klaim Kasus HIV Menurun 

Dikatakan, akibat seringnya dilanda banjir dan merendam tanaman warga, maka hasil panen pun menurun drastis dikarenakan banyak tanaman mati dan sebagian tidak subur lagi.

Disebutkan, terdapat 83 petani terdampak banjir, sehingga kerugian yang ditaksir mencapai puluan juta rupiah. “Itu karena tanaman merkeka hampir mati semua,” terangnya.

Kades Maidi berharap Pemerintah Kota Tikep turun tangan mengatasi banjir yang sering terjadi di trans Maidi.

BACA JUGA  Pendapatan Pemprov Malut Dirancang Rp 2,9 Triliun

“Sebagai Kepala Desa, saya dan semua warga trans Maidi ini sangat berharap Pemkot Tikep memperhatikan nasib kami, karena sudah hamper 11 tahun kami hidup di atas air,” imbuhnya. (YH-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah