Ternate, Maluku Utara – Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak BBM di depan Kantor Wali Kota Ternate, pada Senin (11/4/2022) ricuh.
Amatan Haliyora, pada saat perwakilan massa aksi sedang hearing dengan Sekda Kota Ternate Jusuf Sunya dan pihak pertamina, sebagian massa aksi melakukan pelemparan batu dan kayu, yang direspon oleh pihak keamanan dengan menembakkan gas air mata.
Terlihat sebanyak enam massa aksi diamankan pihak kepolisian, 1 orang diantaranya terluka di bagian jidat.
Sekretaris Daerah Kota Ternate Jusuf Sunya kepada massa aksi mengatakan, pemkot mengapresiasi aksi mahasiswa, tetapi kalau disertai dengan tindakan anarkis, maka akan berhadapan dengan polisi.
“Kami sangat mengapresiasi aksi mahasiswa ini, tapi kalau menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang tidak diinginkan, maka siapapun harus bertanggungjawab,” tegas Yusuf.
Jusuf menyebutkan, sesuai dengan ketentuan undang-undang, bahwa aksi yang dilakukan dibatasi hingga pukul 18.00 Wit. “Apalagi saat ini dalam suasana Ramadhan. ”Jadi saya minta sebelum waktu yang ditentukan, saudara-saudara dapat membubarkan diri,” imbuhnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!