Sanana, Maluku Utara – Nelayan Desa Bajo, Kabupaten Kepulauan Sula keluhkan tidak mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari Stasiun Pengisian BBM atau Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara.
Hal itu disampaikan langsung salah satu nelayan Desa Bajo Kecamatan Sanana Utara, Paudino Usman, kepada Haliyora, Jum’at (8/4/2022).
“Kami sudah tidak mendapatkan BBM bersubsidi dari SPBN milik Ko Titi di Desa Pohea. Kami hanya mendapatkan tahun lalu saja,” ujarnya.
Padahal, kata Paudino, saat ini harga BBM melonjak ditampah terjadi kelangkaan minyak. “Sehingga kami kesulitan mendapat minyak yang berimbas terhadap pendapatan kami sebagai nelayan,” keluhnya.
Menurutnya, di tengah-tengah kesulitan mendapat minyak serta harga BBM melonjak sekarang ini, para nelayan sangat butuh BBM bersubsidi tersebut. “Harga minyak sekarang ini naik, jadi kalu tidak dibantu dengan minyak bersubsidi maka kami nelayan agak kesulitan untuk melaut. Ini sangat berdampak pada ekonomi kami,” ujarnya.
Sementara, ketika dikonfirmasikan kepada Titi (pemilik SPBN) di Desa Pohea tentang keluhan para nelayan, pemilik SPBN membantah tudingan nelayan bahwa tidak diberikan BBM bersubsidi.
Kepada Haliyora, Titi mengatakan pihaknya menyediakan jatah untuk nelayan sebanyak 100 ton per bulan.
“Kami sediakan jatah BBM bersubsidi untuk nelayan sebanyak 100 ton per bulan, tapi mereka (para nelayan) tidak datang ambil minyak di sini. Mereka itu punya ketua kelompok sehingga menyangkut BBM itu disuplai oleh ketua kelompoknya,” jelas Titi.
Lanjut Titi, pihaknya saat ini mendata jumlah nelayan di Desa Bajo agar semuanya nanti mendapat suplai BBM bersubsidi dengan baik dan merata.
“Kami juga sudah kordinasi dengan instansi terkait untuk lakukan pendataan berapa banyak nelayan di Desa Bajo agar disesuikan dengan kebutuhan masyarakat, karena saat ini pasokan BBM di SPBN kami juga terbatas,” pungkasnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!