Ternate, Maluku Utara – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara mencatat permintaan uang kartal yang keluar mengalami peningkatan sebesar 5 persen. Sementara uang kartal yang masuk sebesar 17 persen.
Itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, R. Eko Adi Irianto kepada Haliyora, Jum’at (08/04/2022).
Dikatakan, di tengah kondisi pandemi yang belum berakhir, permintaan outflow atau arus keluar uang kartal mengalami peningkatan sebesar 5 persen yang cenderung terjadi karena Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Nataru lalu dan Ramadhan saat ini.
“Sejalan dengan meningkatnya arus uang masuk atau inflow ke Bank Indonesia, maka peningkatannya mencapai 17 persen,” kata Eko.
Dikatakan, secara historis arus masuk uang kartal di Maluku Utara selalu tercatat dua digit, terkecuali pada tahun 2020 sebagai awal dari pandemi covid-19.
“Permintaan uang tunai pada tahun 2021 mencapai Rp 3,06 triliun, meningkat 5 persen yang dipengaruhi oleh permintaan uang pecahan besar yang meningkat 6.6 persen,” ucapnya.
Eko menyebutkan, meningkatnya permintaan uang tunai tersebut menunjukkan daya beli masyarakat mulai pulih, meski pandemi masih berlangsung, juga termasuk dampak dari adanya rekrutmen pekerja di sektor tambang dan industri pengolahan serta dampak dari upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Di sisi lain, sambung Eko, permintaan Uang Pecahan Kecil (UPK) tercatat Rp153 miliar, menurun sebesar 16,7 persen. Itu disebabkan kondisi geografis yang mempengaruhi perpindahan UPK dari satu wilayah ke wilayah lainnya, khususnya saat diberlakukannya pembatasan akses keluar maupun masuk wilayah, akibat merebaknya Covid-19 varian delta serta adanya alternatif pembayaran transaksi secara non tunai,” pungkasnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!