Ternate, Maluku Utara- Pembangunan dermaga penyeberangan Pulau Hiri yang terletak di Kelurahan Sulamadaha terus dilakukan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate Fahri Bachdar mengatakan, anggaran lanjutan pekerjaan dermaga Hiri masih kekurangan Rp 3,7 miliar.
Menurut dia, alokasi anggaran pada 2021 dan 2022 baru diperuntukkan untuk pekerjaan tetrapod pemecah ombak.
Disebutkan, pekerjaan pembuatan tetrapod pemecah ombak pada 2021 sebanyak 670 buah dengan menelan biaya sebesar Rp 1.184.369.000, dan dikerjakan oleh CV, Diyacel Sejati. Kemudian di 2022 ini, Pemkot juga menggelontorkan dana sebesar Rp 3 miliar.
“Untuk lanjutan tetrapod tahun 2022 dengan nilai sebesar Rp 3 miliar. Jadi kalau secara administrasi sudah lengkap, agar dilelang lebih awal. Sehingga jangan lagi mengalami keterlambatan seperti 2021,” kata Fahri kepada Haliyora, Senin (04/04/22).
Fahri mengungkapkan, kelanjutan pekerjaan dermaga Hiri tersebut masih dibutuhkan anggaran sebesar Rp 3,7 miliar. Sebab, kata Fahri, alokasi anggaran pada 2021 hingga 2022 itu baru sebatas pembuatan tetrapod, belum termasuk penyusunannya di tengah laut.
“Informasinya harus tambah sekitar Rp 3,7 miliar, karena memang secara teknis yang direncanakan oleh Dinas PUPR maupun konsultan perencanaan itu total anggaran kurang lebih sekitar 7,1 miliar baru bisa selesai, itu baru tetrapod bisa diatur di laut,” katanya.
Lanjut Fahri, anggaran 3,7 miliar untuk pekerjaan penyusunan badan tetrapod tersebut akan diakomodir di 2023.
“Tahun ini baru tambahan tetrapod, belum bisa dilepas di laut, jadi nanti tambahan sekitar 3,7 insya Allah di 2023, itu untuk anggaran penyusunan tetrapod di laut,” jelasnya.
Dikatakannya, pekerjaan pembuatan tetrapod pemecah ombak pada 2021 sebanyak 670 buah dengan menelan biaya sebesar Rp 1.184.369.000, dan dikerjakan oleh CV. Diyacel Sejati. Kemudian di 2022 ini, sambung Fahri, Pemkot juga menggelontorkan dana sebesar Rp 3 miliar.(Wan-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!