Smart City Halsel Tepis Hambatan Pembangunan Pedesaan

Halsel, Maluku Utara- Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik mengatakan, melalui program Smart City maka target akhir tahun RPJMD Kabupaten Halsel tidak ada lagi kecamatan dan desa mengalami Blank Spot Area (Area titik kosong) dalam hambatan pembangunan.

Itu disampaikan Bupati Halsel melalui staf khusus Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan M.Yunus Najar M.Si saat diwawancarai Haliyora di ruang kerjanya Rabu, (02/03/2022).

Disebutkan Yunus, Bupati Usman-Bassam sejak dilantik pada tanggal 24 Mei tahun 2021 hingga saat ini fokusnya pada perencanaan dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

“Target yang ingin dicapai adalah pada akhir tahun RPJMD, Halmahera Selatan tidak ada lagi kecamatan dan desa yang mengalami hambatan pembangunan (Blank Spot Area),” terangnya.

Yunus menunjuk peluncuran Program Labuha Smart City oleh Bupati Halsel sebagai bukti dan sebagai jawaban atas permasalahan Intervening Obstacles atau hambatan geografis Kabupaten Halsel dalam pembangunan daerah.

Kata Yunus, di Halmahera Selatan telah terbangun108 Base Transceiver Station (BTS), dan pada tahun 2022 akan dibangun 137 BTS di sejumlah desa yang masih mengalami Blank Spot Area, sehingga pada akhir tahun 2022 ditargetkan terbangun 245 BTS dari 249 Desa yang tersebar di 30 kecamatan.

BACA JUGA  Pemkot Ternate Perpanjang Waktu Penanganan Covid, Ini Skema Sebaran Nakes

“BTS itu merupakan infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi dan jaringan operator. Hal tersebut diperlukan dalam melayani masyarakat di desa yang selama ini kurang maksimal dalam mengakses sinyal internet,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yunus, Halsel masuk urutan ke lima lolos asesmen Kementrian Kominfo RI dari 88 Kabupaten Kota di Indonesia yang ikut asesmen program gerakan menuju kota cerdas (Smart city).

“Kabupaten Halsel berada di urutan kelima (5) dalam program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City). Itu berdasarkan Surat dari Kementrian Komunikasi dan Informatika RI Nomor B-003/DJAI/AI.01.04/01/2022 tertanggal 03 Januari 2022,”terangnya.

Menurutnya, melalui program Smart City yang digaungkan Bupati Usman sidik justru akan menjawab peluang pelaku usaha UMKM yang berada di desa, sehingga dapat berkontribusi dalam Program Indonesia Maju Forum 2022 (Mei-Des 2022), dalam menjawab tantangan pemulihan ketahanan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA  Kelapa Bido dan Kakao Dilirik Pusat, Pemkab Morotai Siapkan Lahan 1.000 Hektar

“UMKM akan didorong dan terus dibina untuk bisa memasarkan produk jualannya secara online (Market Place) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa, dan mengangkat potensi desa bernilai ekonomis, baik di Kabupaten Halsel maupun Maluku Utara dan Indonesia pada umumnya,” jelas Yunus.

Ditambahkan Yunus, dalam menjawab kerterbatasan fiskal, program smart city baik aplikasi maupun infrastruktur pendukung seperti zero point dan land mark tidak mengganggu porsi program pelayanan dasar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan soal alokasi presentase APBD 2022, dimana untuk pogram pendidikan teralokasi 20,02 persen dan untuk anggaran kesehatan 11 persen.

“Perencanaan pembangunan di Halmahera Selatan oleh Bupati Usman Sidik tetap mengikuti tahun tema pembangunan, yakni “Kemandirian Ekonomi Di seluruh Wilayah yang Terintegrasi dan Berkelanjutan,” pungkasnya. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah