Sanana, Maluku Utara- Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sanana menunda sementara keberangkatan kapal akibat cuaca ekstrem.
Penundaan keberangkatan kapal disampaikan melalui pemberitahuan terulis nomor :UM.003/113/UPP.SNA-2022 , Senin, (21/2/2022).
Dalam surat pemberitahuan itu disampaikan bahwa ada potensi gelombang tinggi signifikan 2,5-4 m terjadi di samudera Pasifik Utara Halmahera, perairan Morotai, perairan Loloda, perairan Ternate Batang Dua, perairan Sula- Bobong, laut Halmahera, perairan Bacan-Obi dengan kecepatan angin Barat laut-Timur Laut 5,25 knots
“Olehnya itu, untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa dan harta benda di laut, demi keselamatan pelayaran maka KUUP melakukan penundaan sementara keberangkatan kapal-kapal penumpang lokal , perintis, lending craft tank, (LCT), SPOB dan kapal-kapal rakyat terutama rute tujuan Sanana-Ternate, Labuha, Taliabu bagian Utara Laiwui, Bitung dan Manado,” demikian Pemberitahuan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sanana.
Plt. Kepala KUUP Klas III Sanana, Faisal, kepada Haliyora mengatakan, penundaan keberangkatan itu sebagai tindak lanjut dari informasi BMKG bahwa di perairan Maluku Utara terjadi cuaca ekstrem. “Penundaan keberangkatan ini sampai cuaca benar-benar membaik,” ujarnya
Faisal berharap, informasi yang disampaikan bisa diketahui dan dipahami oleh masyarakat Kepulauan Sula. “Saya berharap agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami tentang penundaan sementara keberangkatan kapal di pelabuhan Sanana demi keselamatan pelayaran,” imbuhnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!