Tobelo, Maluku Utra- Kepala Sekolah SD GMIH Wosia inisial MP diduga menyalahgunakan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2020-2021, sehingga para orang tua siswa mengamuk dan melakukan aksi pemalangan Kantor SD GMIH Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (10/2/2022).
Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) GMIH Abner Nones melakukan pertemuan bersma para guru, komite sekolah dan orang tua siswa, di Sekolah SD GMIH Wosia, pada Jum’at (11/2/2022).
Kepada Haliyora usai pertemuan, Abner Nones mengatakan, pihak yayasan terpaksa menunjuk seorang guru swasta di SD GMIH Wosia sebagai Plt. Kepsek menggantikan MP.
Semntara, Dinas Pendidikan Halmahera Utara juga mengangkat salah seorang guru dari SD Inpres untuk menggantikan MP
Menanggapi pengangkatan kepala sekolah oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Utara tersebut, Abner mengatakan, itu boleh-boleh saja asalkan harus patuh dan sesui dengan Permendikbud nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah. “Jika mengangkat kepala sekolah dari luar atau menunjuk siapa saja untuk menjadi kepala sekolah, itu boleh saja asalkan sesuai aturan. Ini yang diabaikan pihak dinas,” tandasnya.
Abner mengatakan, sebelumnya pihak Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) sudah dua kali membahas pengangkatan kepala sekolah baru dan diajukan kepada Pemda (Dinas Pendidikan) namun tidak ditindaklanjuti. Kami bahas pergantian kepala sekolah itu pertama pada tanggal 31 Januari lalu kemudian pada tanggal 05 Februari dan langsung kami ajaukan ke Pemda tapi tidak ditindaklanjuti sampai akhirnya muncul masalah ini,” terangnya.
Sekarang, sambung Abner, orang tua siswa dan komite sekolah telah menyerahkan kepada yayasan untuk menunjuk kepala sekolah baru. ”Sehingga kami telah membuat rekomendasi untuk menunjuk seorang guru swasta sebagai Plt. Kepala Sekolah menggantikan MP.
Sementara, terkait dengan aksi pemalangan sekolah AD GMIH Wosia tersebut, saat dikonfirmasi kepada Kasi Humas Polres Halut, Iptu Kolombus Guduru mengatakan, hingga jam 12.00 WIT belum ada laporan yang masuk terkait aksi pemalangan sekolah tersebut. “Saya sudah tanya ke KA SPKT Iptu Aries Kaloli terkait dengan aksi pamalangan sekolah SD GMIH Wosia, namun pak Aries menyampaikan bahwa sampai jam 12:00 WIT siang belum ada laporan yang masuk, “ujar Kolombus. (HU-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!