Guru Honor di Sula Tagih Janji Gubernur

Sanana, Maluku Utara- Gaji Guru Honor Daerah (Honda) SMA dan SMK di Kabupaten Kepulauan Sula selama delapan bulan belum dibayar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Maluku Utara.

Hal itu disampaikan Ari salah seorang guru honor daerah pada salah satu SMA di Kabupaten Sula kepada Haliyora, Jum’at (04/02/2022).

Ari mengaku gajinya selama delapan bulan belum dibayar Pemprov Malut. “Yakni gaji bulan Desember 2019, bulan November dan Desember 2020 dan Agustus sampai Desember 2021. Jadi total delapan bulan gaji kami belum dibayar,” jelasnya.

Ari mengatakan, pada November 2021 lalu, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara berjanji akan segera membayar tunggakan pembayaran gaji honor guru itu. “Tapi hingga sekarang belum dibayar-bayar juga,” keluh Arin.

Keluhan serupa disampaikan Eka, guru Honda pada salah satu SMK di Sula. Eka mengaku kesal atas janji-janji Pemprov yang tak kunjung direalisasikan.

BACA JUGA  Lagi, Gunakan Fasilitas Negara, Bupati Taliabu Ajak BPD dan Kades Menangkan Partai Golkar

“Saya sangat kecewa dengan Dikbud Malut. Mereka sering bilang akan secepatnya gaji kami dibayar, tapi ujung-ujungnya foya (bohong). Buktinya sampai sekarang honor kami belum jug dibayar,” ujar Eka kesal.

Padahal, menurut Eka, honor yang dibayar pemerintah dengan kineja para guru Honda itu tidak sebanding.

“Perbandingan kinerja dengan honor guru tidak sesuai dengan kondisi yang ada sekarang. Sudah begiti tidak dibayar pula. Saya ini sudah bekeluarga dan pasti sangat butuh gaji itu. Jadi saya harap pak Gubernur segera menindaklanjuti keluhan kami,” harap Eka.

Ungkapan serupa juga diamini Uni, rekan guru Honda Eka. Uni menambahkan, saat para guru Honor Derah menggelar aksi di kantor Guberur Malut, Sofifi beberapa waktu lalu, Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba (AGK) berjanji akan membayar gaji guru honor pada Januari 2022. ”Sekarang sudah bulan Februari, tapi tidak dibayar juga,” ungkapnya kecewa.

BACA JUGA  Guru Honor Kembali Tagih Janji Gubernur Maluku Utara

Terpisah, Kepala Cabang Dikbud Kepulauan Sula, Syawal Umanahu berjanji akan segera berkomunikasi dengan Disdikbud Malut agar segera membayar hak ratusan guru honor tersebut.

“Hak ratusan guru Honda SMA dan SMK pasti akan dibayar. Saya juga sedang berkomunikasi dengan bagian keuangan dinas agar segera melunasi tunggakan pembayarana gaji guru Honda itu,” ucap Syawal.

Sekedar diketahui, sesuai data tunggakan gaji guru honda selama 8 bulan itu sebesar Rp. 1,630,000.000. Total gaji guru honor SMA yang harus dibayar sebesar Rp 1,035,000,000, sedangkan gaji guru honda SMK berjumlah Rp. 595,000,000. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah