Halsel, Maluku Utara- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Halmahera Selatan, Muhammad Mustafa menyampaikan, data bantuan bansos Program Keluarga Harapan (KPM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Halmahera Selatan tercatat sebanyak 5.000 orang lebih, namun setelah divalidasi (pemadanan) ulang dari Kemensos, ada sejumlah NIK Kartu KMP yang tidk terbaca oleh sistem sehingga jumlahnya berkurang sebanyak 400 lebih. .
“Data KMP penerima bantuan PKH dan BPNT pada tahun 2022 ini itu tersisa sebanyak 4.522 orang,” ungkapnya kepada Haliyora, Senin (17/01/2022).
Dijelaskan, bantuan PKH itu diterima dalam bentuk uang tunai yang dikirim langsung ke rekening masing-masing KPM sebesar Rp 200.000 per bulan, namun dicairkan sekali per tiga bulan. “Besaran bantuan PKH juga disesuaikan dengan komponen (jumlah anggota keluarga), sedangkan bantuan BPNT itu diterima KPM dalam bentuk sembako,” terangnya.
Kata Mustafa, Dinas Sosial akan membangun kerja sama dengan pemerintah desa untuk megusulkan penambahan jumlah penerima bantuan PKH maupun BPNT. “Kita bermitra dengan Pemdes untuk back up data penduduk (Masyarakat) yang belum terkafer dalam data penerima bansos di Kemensos. Tujuannya agar mendorong dan membantu penambahan jumlah penerima bantuan PKH dan BPNT di Halsel,” ujarnya.
Selain itu, sambung Mustafa, Dinsos juga mendorong program bantuan Kelompok Bersama (Kube) dengan besaran bantuan per kelompok usaha senilai Rp 18 juta sejak tahun 2021. Bantuan Kube ini diprioritaskan bagi kelompok usaha pertanian, pertukangan, perbengkelan, perikanan dan membantu ibu-ibu yang mengelola home industri yang dinilai produktif.
“Tahun 2021 kemarin ada 20 kelompok usaha yang mendapatkan bantuan Kube. Masing-masing kelompok dapat Rp 18 juta, dan itu disesuaikan dengan jumlah anggota. Kalau tahun 2022 ada 15 kelompok yang dapat jatah bantuan kube,” pungkasnya. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!