91 Jabatan Kepsek di Halsel Gunakan Surat Tugas

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halmahera Selatan, Safiun Radjulan

Halsel, Maluku Utara- Sebanyak 91 Kepala Sekolah (Kepsek) terdiri dari 64 Kepsek Sekolah Dasar (SD) dan 27 Kepsek SMP di Kabupaten Halmahera Selatan tercatat hanya ditunjuk melalui Surat Tugas (ST). Tidak dilantik secara definitif berdasarkan SK.

Saat ini, Dinas Pendidikan Halsel melakukan evaluasi kinerja para kepala sekolah tersebut sebelum pelantikan kepala sekolah yang rencananya dilaksanakan awal tahun ini.

Bacaan Lainnya

Itu disampaikan Kadis Pendidikan Halsel, Safiun Radjulan, saat diwawancarai Haliyora.id, di ruang kerjanya, Selasa, (18/01/2021).

Safiun mengatakan, pada 2021 Dinas Pendidikan mengeluarkan ST sebanyak 91 kepada 64 Kepsek SD dan juga 27 Kepsek SMP. Belum dilantik sebagai Kepsek definitif

“Sebanyak 91 Kepsek belum defenitif itu nanti menunggu hasil kerja dari tim evaluasi SD dan SMP. Hasil evaluasi akan dilihat kinerja mereka kemudian diputuskan apakah masih dapat dipertahankan atau diganti, sambil menunggu jadwal pelantikan Kepsek atas persetujuan pak Bupati,” terangnya.

Kata Safiun, rencananya awal tahun 2022 ini dilakukan pelantikan Kepala Sekolah Dasar dan SMP per zona di 30 Kecamatan, namun hingga sekarang masih berkoordinasi dengan Bupati. “Jadi kita masih menunggu arahan dan persetujuan bupati, kalau sudah ada langsung kita laksanakan pelantikan,” ujarnya.

Lanjut Safiun, penilaian kinerja bukan hanya terhadap Kepsek yang belum devinitif, tetapi semuanya termasuk Kepsek definitif. Jika berprestasi maka akan dipertahankan di sekolah tersebut atau dipindahkan ke sekolah lain dengan jabatan yang sama. ”Jadi tergantung penilaian dinas yang disampaikan kepada bupati,” terangnya.

Dijelaskan, jika kerja tim evaluasi sudah rampung kemudian dilakukan penilaian, selanjutnya merekap datanya secara detail untuk diserahkan ke Bupati agar mendapatkan arahan dan petunjuk, barulah ditindaklanjuti oleh dinas,” jelas Safiun

Safiun menyebutkan, sesuai data yang telah dirangkum,  kebanyakan Kepsek sudah menjabat lebih dari dua periode, padahal dalam ketentuan Permendikbud hanya dibolehkan jabatan Kepsek itu dua periode (8 tahun). “Makanya perlu dievaluasi kinerja Kepsek selama kurun waktu 8 tahun itu sekolah berkembang maju (Berprestasi) atau tidak,” pungkasnya. (Asbar-1)

Pos terkait