Ternate, Maluku Utara- Dana Alokasi Umum (DAU) Kota Ternate tahun 2022 mendapat pemotongan (refocusing) langsung dari Kemenkeu sebesar Rp 1.3 miliar untuk anggaran vaksinasi Covid-19.
Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Mubin A Wahid berharap Pemkot menggenjot PAD untuk menutupi pemotongan DAU tersebut.
Menurut Mubin, refokusing anggaran sebesar Rp 1.3 miliar itu sudah pasti mengganggu program dan kegiatan yang telah diploting pada APBD tahun anggaran 2022.
Olehnya, sambung Mubin, Pemkot harus menggenjot pendapatan atau melakukan rasionalisasi belanja, karena dengan dipotong DAU untuk vaksinasi berarti jelas program kegiatan lain akan terganggu.
“Masalahnya adalah ketika DAU dipotong, sementara dana transfer antar daerah, dana transfer pusat dan lain-lain juga diakumulasikan menjadi pendapatan daerah, sehingga kalau satu item yang tidak terpenuhi maka akan mengganggu program belanja yang telah diploting dengan anggaran yang sama,” ujarnya, Rabu (05/01/2021).
Dalam kondisi semacam ini, kata Mubin, Pemkot harus melakukan perbaikan-perbaikan dan memprioritaskan mana kegiatan yang harus didahulukan.
“Jadi tinggal Pemkot melakukan rasionalisasi kembali kegiatan dan belanja ataukah berupaya menggenjot pendapatan untuk menutupi dana yang telah dipotong tersebut,” tutupnya. (wan-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!