Morotai, Maluku Utara- Pemda Kabupaten Pulau Morotai menargetkan PAD Tahun 2021 sebesar Rp 34,9 miliar. Namun hingga jelang akhir triwulai IV baru capai 20.244.012.936,79 atau 57,94 persen.
Itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Morotai, Adhar Andi Sunding kepada Haliyora, Sabtu (18/12/2021). “Ini data rekapan PAD per 16 Desember 2021,” terangnya.
Meski demikian, Adhar masih optimis akan capai taget di sisa waktu yang ada. “Saya optimis akan capai target dalam beberapa minggu ke depan hingga akhir Desember 2021, karena masih ada sumber lain seperti di galian C yang belum,” ujarnya optimis.
Adhar menjelaskan, sumber PAD yang masuk mulai Januari hingga 16 Desember 2021 dari 27 sumber pendapatan yang tersebar di 10 OPD, yakni dari BPKAD terdiri dari pajak hotel, restoran dan lai-lain yang ditargegkan sebesar Rp 6.505.560.00, dengan capaian sebesar Rp 5.345.850.955,43.
Kemudian pendapatan dari sektor jasa dan giro kas daerah, Pendapatan Pengembalian, Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dan lain-lain ditargetkan sebesar Rp 3.181.865.970, capaian sebesar Rp 4.787.463.975 lebih.
Pemasukan dari RSUD berupa restribusi kesehatan, restribusi pelayanan kesehatan balai pengobatan sebesar Rp 7.783.889.342 dari target sebesar Rp 18.477.148.450.
Pendapatan dari Dinas Kesehatan yang bersumber dari restribusi pelayanan kesehatan-Puskesmas yang ditargetkan sebesar Rp 1.479.600.000, capaiannya sebesar Rp 7.783.889.342.
Sementara, Dinas Perhubungan Kabupaten Pulau Morotai menyumbang pendapatan melalui restribuasi pelayanan kepelabuhanan, restribusi terminal, dan restribusi izin trayek sebesar Rp129.969.000 dari target sebesar Rp 2.000.000.000
Dinas Perindakop dan UKM menyumbang pemasukan PAD sebesar Rp 140.095.000 bersumber dari pelayanan pasar (LOS) yang ditargetkan sebesar Rp 500.000.000.
Sedangkan pemasukan dari Dinas Perikanan dan Kelautan sebesar Rp 855.852.000 bersumber dari sewa sarana dan prasarana perikanan yang ditargetkan sebesar Rp 1.350.000.000
Pemasukan lainnya dari Dinas Kebudayaan dan Prawisata sebesar Rp 71.199.00 besumber dari pesangggrahan/vila, rekreasi dan olahraga yang ditargetkan sebesar dengan target Rp 523.210.000.
Sementara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyumbang PAD sebesar Rp 51.840.000 dari target sebesar Rp 520.000.000. Sumber pendapatannya dari pelayanan persampahan, dan pemasukan dari Dinas PU/Tata Kota sebesar Rp 119.183.000 dari target capaian sebesar Rp 400.000.000 yang bersumber dari restribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan restribusi Pemakian Kekayaan Daerah. ”Itu data sementara, kami masih menunggu data lainnya yang belum masuk,” pungkasnya. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!