BMKG : Malut Masih Dilanda Cuaca Ekstrem

Ternate, Maluku Utara- Wilayah Maluku Utara nampaknya belum terbebas dari cuaca ekstrim. Sebagaimana rilis prakiraan cuaca yang disampaikan Koordinatir BMKG Maluku Utara, Djoko Sumardiono yang diterima Haliyora, pada Senin (13/12/2021), bahwa masih terdapat potensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang, gelombang tinggi dan gelombang pesisir di wilayah Maluku Utara.

Djoko Sumardiono dalam rilisnya menulis, berdasarkan indeks SOI yang mencapai nilai +12.6 berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian Timur.

Dikatakan, kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan kelembaban udara pada lapisan 850 – 500 hPa relatif basah (89 1008), serta adanya pola sirkulasi siklon Utara Papua yang diprediksikan terus menguat sehingga mulai terbentuk bibit siklon pada tanggal 14 yang menyebabkan adanya konvergensi dan shearline di wilayah Maluku Utara dan sekitarnya.

“Kondisi atmosfer di wilayah Maluku Utara cukup labil sehingga mengakibatkan pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan disertai angin kencang mencapai 25 knots,” tulis Djoko.

BACA JUGA  BMKG : Sore Ini Hujan Lebat Landa Halmahera 

Dijelaskan, bibit siklon yang diprakirakan membangkitkan kecepatan angin akan berpengaruh juga dalam meningkatnya ketinggian gelombang mencapai 2.5 meter di wilayah perairan Maluku Utara disertai naiknya permukaan air laut pada periode tertentu bersamaan dengan air pasang maksimum harian, serta adanya fenomena purnama mulai tanggal 18 Desember malam, sehingga dapat membangkitkan gelombang pesisir di sekitar perairan Sebelah Utara dan Pesiar Barat bagian Utara Maluku Utara.

“Kondisi cuaca umumnya hujan ringan,lebat dengan potensi hujan sedang, lebat pada pagi, siang dan malam hari,” tambah Djoko.

Ia menyebutkan, suhu udara berkisar antara 22-32 derajat celcius dan kelembaban berkisar antara 78-100 persen. Angin umumnya bertiup dan arah Barat daya Timur Laut dengan kecepatan antara 4-25 knot, serta indikasi munculnya potensi gelombang tinggi disertai gelombang pesisir dan hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sekitar wilayah Maluku Utara dalam periode beberapa hari kedepan.

BACA JUGA  Salah Satu Investor di Morotai Hentikan Sementara Pembelian Ikan Tuna, Mahli: Nelayan Tak Perlu Khawatir

“Ini terjadi di perairan Morotai, perairan Utara Halmahera, perairan Barat Halmahera, perairan Timur Halmahera, laut Halmahera, penyeberangan Ternate-Batang Dua-Bitung, penyeberangan Ternate-Jailolo-Loloda-Morotai, penyeberangan Patani-Gebe, penyeberangan Ternate-Bacan-Obi-Sula-Taliabu. Sementara untuk lokasi gelombang pesisir terjadi di Morotai, Ibu-Kedi, Tobelo, Loloda, Wasile, Batang Dua dan Ternate,” sambungnya.

Djoko menghimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan jalan licin.

“Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan dan masyarakat di wilayah pesisir dihimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut dan pasang,” tutup Djoko. (Arul-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah