Ternate, Maluku Utara- Pelaksanaan STQ Nasional ke XXVI di Kota Sofifi merupakan momentum berharga dan langka, karena belum tentu terulang kembali.
Untuk itu menurut Pemerhati Sosial Maluku Utara, Asgar Saleh, berkah ini mesti dijadikan titik tolak kebangkitan ekonomi Maluku Utara, khususnya Kota Ternate dalam masa pandemi Covid-19 ini.
Menurut mantan calon Wakil Walik Kota Tenate itu, sebagai pintu masuk utama Provinsi Maluku Utara, Kota Ternate harus menangkap kesempatan berharga sebagai ajang promosi produk dan budaya lokal.
“Ini kan ribuan orang dari seluruh Indonesia yang datang, dan mereka masuk ke Maluku Utara melalui Kota Ternate. Ini momentum langka, maka kesempatan ini harus dijadikan ajang promosi budaya, pariwisata dan memperkenalkan kuliner khas kita,” tutur Asgar kepada Haliyora, Jumat, (15/10/2021).
Pemkot Ternate, kata Asgar, harus menyiapkan pasar kuliner yang dikelola UMKM agar para khafilah dan tamu STQ tidak sulit mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang. “Saya pastikan mereka akan berbelanja oleh-oleh. Ini kesempatan untuk menggenjot pemasukan daerah melalui PAD. Lagi pula mereka pasti ada yang menginap di Ternate untuk menikmati suasana kota. Ini juga mempromosikan Ternate secara gratis,” ujarnya.
Asgar malah merasa aneh, karena sejauh ini, Pemkot tidak memasang spanduk atau baliho promosi. “Malah terkesan biasa-biasa saja,” ungkap Asgar prihatin.
Lanjut anggota DPRD Kota Ternate tersebut, mestinya Pemkot juga berinisiatif untuk melakukan acara diner dengan pejabat-pejabat dari luar yang datang itu.
“Kan banyak pejabat dari luar daerah yang datang. Seharusnya Pemkot lakukan acara makan bersama (diner) dengan mereka. Itu juga kan bagian dari promosi. Ajaklah mereka makan bersama, dan di sela-sela makan itu dipromosikan masalah pariwisata, kuliner, UMKM, dan potensi-potensi unggulan lainnya yang ada di Kota Ternate, sehingga ada tawaran-tawaran kerjasama demi pengembangan ekonomi,” ujarnya.
Terpisah, Staf Ahli Pemkot Ternate, Samin Marsaoly saat dikonfirmasi terkait kesiapan Kota Ternate menyambut kontingen STQ, mengatakan, Pemkot Ternate membuka diri untuk bertemu dengan para pejabat yang hadir.
“Rata-rata pemimpin daerah dari luar hadiri acara STQ masuknya melalui Kota Ternate, sehingga Pemkot Ternate membuka diri untuk bertemu dengan mereka,” kata Samin.
Samin mengatakan, Pemkot sudah mengagendakan pertemuan gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan masyarakat Jawa Tengah yang berada di Ternate beberapa hari kedepan di Benteng Orange, Ternate.
“Agenda yang sama kita lakukan untuk Wakil Gubernur Sumatra Barat dengan masyarakat Minang yang ada di Ternate, begitu juga masyarakat Lombok dan Gorontalo juga akan kita pertemukan dengan pimpinnya,” jelas Samin.
Samin juga menyebut, sejumlah hotel di Ternate dalam beberapa hari sebelum Pembukaan STQ sudah penuh. “Ini akan membawa dampak positif dari sisi pertumbuhan ekonomi. Dan dalam waktu dekat kita juga akan perkenalkan branding Kota Ternate untuk mempromosikan Pariwisata, budaya dan adat seatoran,” tambahnya.
Di pihak lain, Ketua Presedium Karamat Ternate, M Ronny Saleh, mengaku, sebelumnya Panitia Daerah STQ telah berkoordinasi dengan pihak Kedaton Kesultanan Ternate untuk melakukan simulasi terkait dengan kunjungan para tamu dari luar daerah. “Simulasi itu dilakukan untuk mengantisipasi jika nantinya para kafilah dan kontingen berkunjung ke Kedaton. Jadi kita melakukan persiapan-persiapan,” tapi sejauh ini belum ada tindaklanjut,” ujar Rony.
Menurut Ronny, selain agenda utama STQ di Sofifi, seharusnya ada persiapan wisata religius atau wisata budaya, karena Kota Ternate dikenal sebagai daerah kesultanan.
“Sehingga, setelah selesai STQ, para khafilah yang ingin mempelajari sejarah kebudayaan kesultanan Ternate bisa difasilitasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan Karamat akan selalu mendukung Pemerintah Kota Ternate terkait pengembangan budaya melalui wisata religi atau budaya. “Prinsipnya kita tetap mendukung Pemkot Ternate dalam mempromosikan Kota Ternate,” tutur Ronny. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!