Mutasi Guru Dianggap Tak Wajar, PGRI dan OKP di Taliabu Demo Bupati

Bobong, Maluku Utara- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pulau Taliabu dan sejumlah  OKP melakukan aksi demo, pada Senin (11/10/2021), di kantor DPRD dan Kantor Bupati, menolak mutasi 119 guru. Mereka menilai kebijakan pemda tersebut menabrak aturan

Sebagaimana disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Pulau Taliabu, Nasar La Parentah S.Pd.  Dalam orasinya, ia menyebut mutasi 119 guru oleh Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus melalui Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia Aparatur (BKPSDMA) telah menabrak aturan serta diduga bermuatan politis.

“Kalau memang mutasi ini sesuai mekanisme/aturan maka kami tidak akan protes. Tapi yang ada ini, mereka dipindahkan karena dampak dari politik. Bayangkan, yang di Utara pindah ke Selatan, Selatan pindah ke Utara, bahkan suami dipindahkan ke Utara sedangkan isstri pindah ke Selatan atau sebaliknya. Ini kan tidak manusiawai,” ungkap  Nasar La Parentah.

Meski demikian, ia meminta Pemda memberikan hak-hak para guru yang dimutasi seperti uang perjalanan dinas agar mereka segera pergi ke tempat tugas baru untuk melaksanakan tugasnya. “Sekarang sudah dimutasi, maka kami minta Pemda segera berikan hak-hak mereka seperti uang perjalanan dinas supaya mereka segera menuju ke tempat tugas baru untuk bekerja,” sambung Nasar.

BACA JUGA  Tumbang di Beringin, Elang Bangkit di Kandang Banteng

Sementara, Dedi Idu, Korlap aksi dalam orasinya mendesak Pemda membatalkan SK mutasi 119 guru tersebut. Ia juga mengancam akan melakukan aksi serupa dengan massa lebih besar jika tuntutan mereka tidak diindahkan.

“Kami desak Bupati untuk batalkan SK mutasi 119 guru yang diberikan BKPSDMA Taliabu, Surati Keni. Kalu tuntutan kami ini tidak diindahkan, maka kami akan turun ke jalan melakukan aksi lagi dengan jumlah massa lebih besar dalam waktu dekat dan langsung memboikot kantor bupati,” tegas Dedi dalam orasinya.

Mendapat desakan utnuk membatalkan SK mutasi ratusan guru, Asisten II Setda Taliabu, La Hudia Usman, kepada massa aksi mengatakan bahwa semua tuntutan diterima dan akan dibahas bersama bupati.

BACA JUGA  Menkumham Instruksikan Rutan dan Lapas di Malut Jamin Hak Pilih Warga Binaan

“Semua tuntutan bapak ibu sudah kami dengar dan terima, namun kami menunggu bupati datang barulah dibicarakan, setelah itu hasilnya akan kami sampaikan kepada bapak ibu. Jadi nanti kalian atur waktunya untuk kita ketemu lagi,” ujar La Hudia mewakili bupati.

Pernyataan serupa kembali dipertegas Kepala Kesbangpol, Husen Adam,.yang mengatakan Bupati Aliong Mus telah mendengar dan menerima apa yang dituntut pendemo. “Saya baru selesai ditelpon Pa Bupati, dan beliau sampaikan bahwa beliau terima semua tuntutan kalian. Jadi nanti beliau datang baru ditindaklanjuti,” terang Husen.

Untuk diketahui, masa yang melakukan aksi turun ke jalan memprotes mutasi ratusan guru itu adalah PGRI Taliabu, GPM Taliabu dan GP-Ansor Taliabu, serta sejumlah Guru SMA, SMK, SMP dan SD. (Ham-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah