Ternate, Maluku Utara- Plt, Kepala Bapelitbanda Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, Pemerintahan M. Tauhid Soleman dan Jasri Usman akan mengganti semboyan Maku Gawene yang terdapat pada logo Kota Ternate dengan City Branding.
Kata Rizal, pemerinta Kota Ternate saat ini menilai kata-kata ‘Maku Gawene’ yang tercantum pada logo Kota Ternate yang berarti Baku Sayang (Saling Menyangi) tidak memiliki makna filosifis dan tidak mencerminkan karakteristik Kota Ternate. Identitas Kota harus memiliki nilai dasar yang mencerminkan karakter kota tersebut.
Pemerintah Kota Ternate, sambung Rizal, akan mengganti kata ‘Maku Gawene’ dengan ‘City Branding’.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Makanya sekarang kita mulai menyiapkan Kota Ternate sebagai ‘Kota Branding (City Branding),” ujarnya, Kamis (30/09/2021).
Bukan hanya kata Maku Gawene yang dinilai tidak cocok, gambar ikan Pari pada logo Ternate juga dikritisi.
“Coba perhatikan dalam logo Kota Ternate ada gambar ikan Pari. Apa arti filosofis ikan pari ?. Masa hewan air begitu jadi identitas Kota Ternate. Kita akan kaji ulang, karena kita mau identitas Kota Ternate itu mencerminkan Kota Ternate sebagai kota budaya dan sejarah yang tercermin di dalam logo atau lambang Ternate. Soal namanya apa, desainnya seperti apa, itu nanti dikonsepkan dan dirancang kemudian diserahkan ke DPRD untuk mendalami. Nanti ada tim perancang yang kita bentuk untuk mengkaji, mengkosepkan serta merancang logo baru itu. Pastinya para pemerhati budaya dan sejarah juga dilibatkan,” terangnya. (Alfian-1)









