Morotai, Maluku Utara- Puluhan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Morotai menggelar unjuk rasa, pada Kamis ( 23/09/2021). Mereka mendesak pihak-pihak terkait menuntaskan masalah agraria di Kabupaten Pulau Morotai.
Aksi mahasiswa itu dilakukan di tiga titik, yakni Disperindag, Dinas Pertanian, dan Kantor Bupati Pulau Morotai.
Saat melakukan akni tersebut, pendemo menyuarakkan beberapa tuntutan lewat orasi para orator. Tuntutan mereka antara lain 1) Hentikan Perampasan Ruang Hidup Petani. 2) Selesaikan Sengketa Lahan antara TNI AU dengan Masyarakat. 3) Secepatnya Membuat Jalan Tani. 4) Pemda harus selesaikan keluhan pedagang kaki lima di Pasar Modern.
Menyoroti masalah yang terkait dengan Pertanian, koordinator aksi, Fahri Sibua, mengungkapkan bahwa masalah yang terjadi dimasyarakat petani dari tingkat nasional maupun lokal terutama di Kabupaten Pulau Morotai adalah masalah fasilitas pengelolaan alat produksi lahan atau traktor mini, kekurangan pupuk, obat dan bibit.
“Belum lagi jalan tani yang hingga sekarang tidak ada titik terang, padahal jalan tani merupakan salah satu kebutuhan utama untuk mempermudah petani,” tandasnya.
Masalah lain yang disoroti Fahri adalah pungutan pajak terlalu tinggi di pasar modern Morotai. “Para pedagang di pasar modern Morotai selalu mengeluhkan pungutan pajak terlampau besar. ”Pemda harus turun tangan menyikapi keluhan pedagang ini, apalagi sekarang masih dalam Pandemi Covid-19 yang sangat berdampak terhadap ekonomi rakyat,” tandasnya. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!