PAD Halsel Digenjot Naik di Perubahan, Ota Adam : Ini Jebakan

  • Whatsapp
Akademisi Unkhair Ternate, Dr. Mohtar Adam

Halsel, Maluku Utara- Akademisi Unkhair Ternate, Dr. Mohtar Adam menilai ambisi pemerintah daerah Kabupaten Halmahera selatan menggenjot peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagaimana tercantum dalam Ranperda APBD perubahan Tahun Anggaran 2021 yang disetujui dan disahkan DPRD beresiko terjadi pelebaran defisit keuangan daerah.

Hal itu disampaikan  Ota Adam (sapaan akrab Mohtar Adam) kepada Haliyora.id, Senin (20/9/2021).

Bacaan Lainnya

Ekonom Malut itu  menyebutkan realisasi PAD semester I di Pemda Halsel tidak mencapai target, sehingga tidak masuk akal jika kemudian menaikkan target capaian pada ABPD perubahan sebesar Rp 101.442.697.461 atau naik sebesar 24,23 persen.

“Target PAD semester I saja tidak capai (tidak terealisasi) lalu kenapa pada APBD Perubahan dirancang naik. Ini merupakan jebakan APBD Tahun Anggaran 2021,” terang Ota.

Menurutnya, menaikkan target PAD tanpa asumsi sektor mana saja yang berpotensi dinaikkan, apalagi realisasi semester I tidak tercapai, lalu pendapatan (PAD) dinaikkan untuk mengejar ambisi belanja itu sangat beresiko pada pelebaran defisit. ”Ini merupakan jebakan APBD,” tandas Mohtar mengulang.

Ota memprediksi akan terjadi beban utang kepada pihak ketiga di akhir tahun yang dapat merusak sirkulasi keuangan Pemda.

“Menaikkan taget PAD pada APBD Perubahan di saat target sebelumnya tidak tercapai itu sangat beresiko terjadi pelebaran defisit yang nanti berdampak pada beban utang Pemda ke pihak ketiga pada akhir tahun sehingga merusak sirkuasi keuangan daerah. Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan menjadi tidak sehat. Ini berbahaya dalam menejmen pengelolaan keuangan daerah,” tandas Ota.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Halsel menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)  pada APBD induk Tahun 2021 sebesar Rp 81 miliar dan pada semester I baru dicapai Rp 30 miliar. Kini target PAD dinaikkan pada APBD Perubahan menjadi sebesar Rp 101.442.697.461 atau naik sebesar 24,23 persen. (Asbar-1)

Pos terkait