Desa Kuo Halsel Langganan Banjir, Kades : Dorang Datang Hanya Ukur dan Janji

Halsel, Maluku Utara- Curah hujan tinggi membuat sungai Kuo meluap dan melanda Desa Kuo Kecamatan Gane Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan, empat rumah warga terbawa  banjir.

Itu diungkapkan Kepala Desa Kuo Yustinus Tawale, saat dikonfirmasi Haliyora Rabu (08/9/2021) ia mengaku banjir terjadi sekitar pukul 01.00 WIT mengatakan setiap tahun Desa Kuo menjadi langanan banjir.

Dikatakan Kades Yustinus, setiap tahun jika Desa Kuo selalu dilanda banjir apabila curah hujan yang tinggi, kali ini 4 rumah warga kembali terbawa banjir dan sejumlah jalan juga longsor akibat hantaman banjir yang melanda Desa Kuo hingga saat ini juga banjir belum reda masih berlangsung.

“Empat rumah warga sekitar pinggiran sungai terbawa banjir, padahal pada tahun 2019 lalu sebanyak 10 rumah dan tahun 2020 kemarin juga 2 rumah warga ikut hilang terbawa banjir, jadi jumlah rumah warga yang hilang tambah 4 rumah terbawa banjir hari ini sudah 16 rumah warga disikat banjir,”ungkapnya.

Menurut Yustinus, bencana banjir ini sudah tiap tahun dan berulang kali diusulkan ke BPBD namun tim hanya turun lokasi mengecek kondisi luas wilayah sungai dan mengukur panjang namun tidak pernah tindaklanjuti.

BACA JUGA  Banjir Putus Akses Darat di Lukulamo, Kepala BPBD Halteng : Kita Sudah Evakuasi Warga

“Dorang datang hanya ukur dan berjanji bangun bronjong namun sampai saat ini belum ada realisasi penanganan bencana,” akunnya.

Lebih lanjut  Yustinus mengatakan, akibat rumah warga yang terbawa banjir, sudah ada upaya gotong royong masyarakat membuat penahan banjir mengunakan terpal dan kayu sebagai bronjong darurat namun dihancurkan banjir sehingga sungai Kuo butuh bronjong agar membentengi arus sungai.

“Bayangkan saya sendiri tiap saat konsultasi ke BPBD agar ada bantuan penanganan sungai Desa Kuo, agar membantu pemasangan bronjong sehingga dapat melindungi pemukiman warga,” tutur Yustinus penuh keluh.

Selain itu, Yustinus menambahkan pak Bupati Usman Sidik juga tau betul kondisi Desa Kuo karena beliau pernah menetap disana, “Mewakili masyarakat selalu Pemerintah Desa berharap ada perhatian serius BPBD untuk pembuatan bronjong penahan banjir, karena kondisi sungai sudah merembet ke pemukiman penduduk desa Kuo,” imbuhnya.

Diwawancarai terpisah, Sekertaris BPBD Halsel, Muhammad Ichwan Iskandar Alam, kepada Haliyora via whatsapp, Rabu (08/9), menuturkan ucapan terimakasih atas laporan kejadian banjir di Desa Kuo Gane Timur Selatan.

BACA JUGA  Puluhan Rumah Warga Gane Halsel Terendam Banjir

Menanggapi bencana banjir di Desa Kuo, M. Ichwan menyebutkan sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) masih berada di lokasi bencana Desa Tawa Kecamatan Gane Barat Selatan, sehingga menunggu kedatangan TRC BPBD baru dibicarakan untuk tindaklanjuti banjir di lokasi bencana tersebut.

“Iya, terimah kasih atas laporannya, namun sementara tim TRC BPBD sampe sekarang juga balik dari lokasi bencana Desa Tawa, jika mereka sudah balik kami rapat bicarakan untuk tindaklanjuti ke lokasi banjir,” tutur Ichwan.

Selain itu, Ichwan mengaku banjir di sungai Desa Kuo juga pernah terjadi pada tahun 2020 lalu, bahkan BPBD sudah melakukan penanganan darurat, sayangnya penanganan fisik belum dilakukan.

“Banjir melanda Desa Kuo juga sudah pernah terjadi pada tahun 2020, TRC BPBD melakukan penanganan darurat dengan menyalurkan kebutuhan dasar berupa sembako di lokasi bencana, bantuan fisik belum dilakukan karena kekurangan anggaran penanganan bencana secara fisik pada tahun 2020 lalu,” pungkasnya. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah