Infrastruktur Penunjang STQ Belum Beres, Ketua DPRD Malut : OPD Tidak Serius 

  • Whatsapp
Ketua DPRD Provinsi Malut Kuntu Daud

Sofifi, Maluku Utara- Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Kuntu Daud menandaskan, para Pimpinan SKPD selama ini tidak bekerja sehingga pekerjaan infrastruktur penunjang STQ tak kunjung selesai, padahal waktu pelaksanaan STQ Nasional di Sofifi sisa 40 hari ke depan.

“SKPD itu tidak serius kerja, kalau mereka serius dari dulu sudah selesai pekerjaan infrastruktur penunjang STQ itu. Bayangkan pekerjaan di depan Mesjid Raya saja sampai sekarang belum selesai-selesai. Itu contoh kecil. Pembangunan Masjid Raya sebagai pusat kegiatan STQ saja belum rampung apalagi bicara soal pembangunan Perumahan  ASN I, II dan III serta mengisi semua perlengkapan di dalamnya seperti pemasangan AC dan sebagainya. Kalau soal pembangunan Perumahan ASN itu jangankan cerita pasang AC, pembangunanya saja masih gaduh. Jadi menurut saya SKPD bukan tidak serius bekerja tapi tidak bekerja. Mereka tidak serius mau bantu Gubernur sukseskan STQ ini,” kata Kuntu menanggapi keluhan Gubermur Maluku Utara atas piminan SKPD terkait persiapan sarana STQ yang belum rampung.

Bacaan Lainnya

“Buktinya, selain berbagai persiapan tidak beres, saat dipanggil rapat evaluasi juga kebanyakan pimpinan SKPD tidak datang. Padahal maksud kami melakukan rapat bersama itu agar kalau mereka butuh anggaran tambahan, kita bicarakan bersama, tapi malah kebanyakan mereka tidak datang ikut rapat,” tandasnya.

Itu disampaikan Kuntu kepada Haliyora, saat dimintai komentarnya, Jum’at malam (27/08/2021).

Kuntu juga membeberkan sejumlah masalah lain terkait penunjuang STQ seperti listrik, air bersih, pelabuhan, baik pelabuhan speed boat, pelabuhan penyebrangan kapal Fery, angkutan umum untuk kafilah STQ, hotel dan lain-lain.

“Ini semua sudah memenuhi standar atau belum. Seperti air misalnya, di Sofifi kan sampai sekarang airnya masih berwarna kuning. Baru beberapa item pekerjaan itu saja sudah kewalahan, sementara masih banyak item pekerjaan lain juga belum dilakukan. Beberspa waktu lalu saya bersama Komisi III turun pantau langsung di lapangan, ternyata masih banyak hal yang belum rampung. Ingat waktu hanya tersisa 40 hari, jadi semua pihak harus kerja eksra mulai sekarang. Kalau tidak saya pesimis STQ bakal dilaksanakan di Sofifi, karena kita belum siap,” tandasnya.

Olehnya Kuntu berharap di sisa waktu ini pimpinan SKPD serius untk menyelesaikan semua pekerjaan yang belum rampung, kalau tidak akan menjadi aib nasional, kalau STQ dipaksakan dilakukan di Sofifi. Maluku Utara akan malu besar,” tandasnya lagi. (Sam-1)

Pos terkait