Maba, Maluku Utara- Dalam teori ilmu sosial sering didengar bahwa Kemiskinan dan Pendidikan adalah variabel yang saling terkait. Memang pendidikan bukan satu-satunya variabel penyebab kemiskinan, tetapi minimnya pendidikan berkontribusi besar terhadap meningkatnya angka kemiskinan.
Banyak sejarah empiris bisa ditemukan, kemajuan suatu daerah atau negara bangsa tergantung pada seberapa banyak kaum terdidik yang dimilikinya, semakin banyak kaum terdidik maka daerah atau negara tersebut pasti makin sejahtera.
Atas dasar itulah Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) melaksanakan kegiatan ‘Bacarita kemiskinan dan Pendidikan di Halmahera Timur’. Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut HUT RI ke 76. Yang menghadirkan praktisi pendidikan Maluku Utara, DR. Kasman Hi. Ahmad dan dihadiri sejumlah Organisasi Ke-Pemudaan (OKP) se-Halmahera Timur, Jum’at (13/08/21)
Kasman Hi. Ahmad pada kesempatan itu mengurai sejumlah problem pokok yang menjadi kemelut terwujudnya kesejahteraan masyarakat Haltim. Menurut dia, hal utama yang mendasari melambatnya tingkat kesejahteraan di Haltim adalah Pendidikan. Bagi dia, penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal tak bisa dielakkan untuk menuju kesejahteraan dan kemajuan, dan itu hanya bisa diwujudkan melalui pendidikan. “Jadi pendidikan adalah investasi masa depan yang paling aman,” tegas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) itu.
Kata dia, antara kemiskinan dan pendidikan sangat berkorelasi. Pasalnya, kesejahteraan juga menjadi penunjang penting dalam mendorong mutu pendidikan di suatu daerah termasuk di Halmahera timur. “Jangan-jangan karena kemiskinan di Haltim ini yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan mutu pendidikan juga lemah,” ungkap Kasman.

Terkait dengan pendidikan di Kabupaten Halmahera Timur, Kasman mengungkapkan bahwa dia telah berkoordinasi dengan Bupati Ubaid termasuk merencanakan berdirinya lembaga pendidikan tinggi di Haltim yang berspesifikasi pada bidang kejuruan, salah satunya yang ditawarkan adalah pendirian Politeknik.
“Karena kalau kita buat Universitas, saya yakin kita akan kesulitan pada sumberdaya manusia karena butuh banyak SDM yang didatangkan, makanya saya berikan solusi, kalu bisa kita bangun Politeknik di Haltim, supaya selain mudah kita mengakses SDM, serapan kerja juga cepat, karena Haltim adalah daerah tambang,” ujar Kasman.
Katanya lagi, selain akan membantu pendirian Perguruan Tinggi, dirinya juga mengaku telah menggagas sebuah lembaga yang konsen terhadap pendidikan yang ada saat ini, termasuk pendistribusian tenaga pendidik.
“Problem kita adalah berkaitan dengan distribusi guru, banyak guru-guru yang menumpuk di ibu kota Kabupaten, sedangkan di pedesaan justru sangat minim, makanya ke depan melalui program guru mengajar, kita distribusi relawan ke pelosok-pelosok untuk kemajuan pendidikan,” jelasnya saat memaparkan berbagai persoalan pendidikan di Haltim.
Sayangnya, pada diskusi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) Haltim tidak menghadiri acara tersebut, padahal diundang juga sebagai pembicara. Hal ini sangat disesalkan Ketua Pemuda Muhammadiyah Haltim, Sukri Abdullah. Ia menilai ketidakhadiran mereka sebagai bentuk ketidakseriusan mengurus dan menata pendidikan di Haltim.
“Kita sudah undang tetapi mereka tidak hadir, padahal yang kita bicarakan ini adalah berkaitan dengan tugas dan tupoksi mereka, tentu kita bisa berkesimpulan bahwa lemabaga-lembaga itu tidak punya perhatian serius,” ungkap Sukri menjawab sejumlah keluhan peserta yang menyayangkan ketidakhadiran mereka.
Sukri meminta kepada Bupati Halmahera Timur (Haltim) agar mengevaluasi kepala Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial.
Selain Sukri, Kartini Abdullah, salah satu pemerhati pendidikan juga menilai kedua instansi itu tidak memiliki perhatian serius terutama pada sektor kemiskinan dan pendidikan. “Dan memang budaya SKPD kita seperti itu, selalu saja beralasan, kalau diundang OKP mapun oranganisasi lainnya, padahal melalui forum-forum ini kita sampaikan aspirasi untuk perbaikan,” tambah Kartini Abdullah dengan nada kesal. (RH-*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!