Sanana, Maluku Utara- Sejak Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia tahun 2020 lalu hingga sekarang, banyak kegitan masyarakat dibatasi, terutama kegiatan yang melibatkan kumpulan banyak orang. Salah satunya adalah perayan HUT-Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.
Betapa tidak, hari bersejarah untuk Indonesia yang sering disebut hari keramat itu dalam dua tahun belakangan, 2020-2021, diperingati tanpa disertai berbagai lomba oleh warga.
Hal itu menimbulkan kerinduan tersendiri terhadap momen kegembiraan rakyat Indonesia setiap tahun itu.
Untuk mengobati kerinduan atas semaraknya peringatan HUT RI tersebut, kini masyarakat pun mulai berkreasi untuk membuat kegiatan-kegiatan yang menghibur sekaligus memberi makna terhadap perayaan Kemerdekaan RI tersebut.
Masyarakat Desa Falahu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula misalnya, memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 76 tahun 2021 ini dengan membentangkan bendera Merah Putih berukuran 135 meter di sepanjang area reklamasi pantai yang mereka sebut bendera terpanjang.
Ketua Panitia (Ketupat) Peringatan HUT RI ke 76 Desa Falahu, Kifli Umaternate kepada Haliyora, Minggu ( 15/08/2021), mengatakan karena masih dalam kondisi pandemi, sehingga panitia hanya menggelar beberapa kegiatan olah raga dan lomba masak yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan.
Selain itu kata dia, ada sesuatu yang unik ditampilkan pada peringatan HUT RI ke 76 tahun 2021 ini yang belum pernah dilakukan pada perayaan HUT RI tahun-tahun sebelumnya, yakni membentangkan bendera Merah -Putih sepanjang 135 meter di area reklamasi pantai Desa Falahu.
“Selama ini, peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan momen kegembiraan bagi masyarakat. Warga selalu berbagi kegembiraan melalui berbagai lomba. Namun dalam dua tahun terakhir, lantaran pandemic Covid-19 sehingga semarak HUT-RI tidak tampak lagi. Maka panitia ingin mengobati kerinduan itu dengan mencoba menampilkan sesuatu yang berbeda, yakni membentangkan bendera nasional Indonesia Merah-Putih berukuran 135 meter di sepanjang area reklamasi Pantai Desa Falahu di samping kegiatan olah raga dan lomba memasak. Ini merupakan bendera terpanjang selama memperingati HUT RI setiap tahun,” ungkap Kifli.
Kata Kifli, ide ini muncul, selain untuk mengobati kerinduan warga terhadap semaraknya peringatan HUT RI yang sudah dua tahun tidak dirasakan lagi, juga untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan persatuan bagi generesi muda, khususnya di Desa Falahu.
“Ini penting agar generasi penerus dapat mengambil nilai dan pelajaran atas perjuangan rakyat Indonesi terdahulu merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, dan Merah- Putih adalah lambang keberanian dan kesucian perjuangan kemerdekaan Indonesia. Nilai inilah yang ingin kita tanamkan kepada generasi muda,” imbuh Kifli.
Selain itu, sambung Kifli, panitia juga berharap agar bendera Merah-Putih sepanjang 135 meter yang dibentangkan sepanjang area reklamasi pantai Desa Falahu itu dapat masuk rekor Muri.
“Kami berharap bentangan bendera sepanang 135 meter dapat didukung Pemda Sula untuk masuk rekor Muri,” harapnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!