Haltim, Maluku Utara- Komisi II DPRD Halmahera Timur (Haltim) menemukan sejumlah masalah terkait proyek pembangunan pasar Inpres Batu Raja Kecamatan Wasile yang bernilai Rp 800.000.000.
Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Haltim, Bahmit Djafar, saat meninjau pasar tersebut, Rabu (28/07/2021).
Kepada Haliyora, Bahmit mengatakan pihaknya sudah melakukan peninjauan secara langsung di lapangan bersama Disperindagkop dan UMKM, dan ditemukan beberapa fasilitas pasar tidak layak ditempati pedagang.
“Kita sudah tindaklanjuti keluhan masyarakat dengan melakukan tinjauan langsung ke pasar Batu Raja, dan ternyata kita temukan beberapa bagian bangunan pasar tidak layak lagi ditempati pedagang, karena rusak,” ungkap Bahmit.
Kata dia, atas temuan tersebut komisi II langsung meminta kepala Dinas Perindagkop yang ikut bersama dalam peninjauan tersebut untuk menghitung kerusakan yang ada agar segera diperbaikan sesuai spesifikasi. “Kamis sudah minta Kadis Perindag untuk menghitung kerusakan yang ada agar segera diperbaiki, termasuk beberapa fasiltas di gedung perlu direhab,” terangnya.
Meski sudah menyampaikan langsung kepada Kepala Dinas Perindag untuk memperbaiki kerusakan gedung pasar Batu Raja, namun kata Bahmit, Komisi II akan melakukan rapat membahas hasil tinjauan lapangan tersebut dan merekomendasikan perbaikan pasar tesebut kepada pihak Dinas.
“Komisi II akan rapat dan merekomendasikan perbaikan pasar Batu Raja secepatnya,” ujarnya.
Dikatan, Komisi II juga akan melakukan inspeksi ke sejumlah pasar yang dibangun Pemda Haltim. “Masyarakat melaporkan ke kita ada bangunan pasar yang tidak ditempati pedagang, seperti pasar di Bicoli, Wayamli, Wasileo dan beberapa pasar lainnya, Jadi Komisi II akan fokuskan perhatian ke situ, karena ini juga atas keinginan atau aspirasi masyarakat agar kita tinjau ke sana,” kata Bahmit.
Politisi Hanura itu juga menuturkan jika ditemukan masalah terkait konstruksi bangunan, maka pihaknya akan meminta Disperindag untuk melakukan perbaikan. “Tetapi kalau fasilitasnya sudah lengkap tetapi tidak ditempati para pedagang, maka kita minta Perindag untuk mencari solusi agar bisa ditempati,” pungkasnya. (RH-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!