Sofifi Maluku Utara- Hingga kini, Peraturan Pemerintah (PP) terkait pengembangan Kawasan Khusus Kota Sofifi belum juga turun. Padahal, beberapa waktu lalu, Kota Sofifi dikunjungi empat menteri termasuk Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam kunjungan itu, rombongan menteri dipimpin Menkomarves, Luhut Binsar Panjaitan.
Karena belum ada PP yang menjadi dasar rujukan, maka Pemprov Malut pun belum bisa mengambil langkah-langkah lanjutan terkait pengembangan Kota Sofifi.
“Kita masih tetap menunggu arahan dari Pemerintah pusat terkait penetapan PP kawasan khusus provinsi,” ungkap Sekretaris Provinsi (Sekprov), Samsuddin A. Kadir ketika ditemui di kantor Gubernur, Selasa (13/7/2021).
Sekprov mengatakan, sesuai informasi dari Pemerintah pusat bahwa tim dari Kementrian Sekretaris Negara (Mensesneg) direncanakan berkunjung ke Sofifi pada Selasa, 13 Juni 2021 hari ini, namun karena adanya PPKM, sehingga rencana kunjungan tersebut dibatalkan dan akan dijadwalkan kembali.
“Jadi PP kawasan khusus masih di Mensesneg, dan ada rencana kunjungan hari ini tapi batal, karena PPKM, sehingga nanti dijadwalkan kembali soal kunjungan tim dari Mensesneg,” katanya.
Mantan Kepala Bapeda ini juga menyatakan, untuk tahapan penyusunan master plan sudah mulai dilakukan, dan pembahasan RTRW Kota Tidore Kepulauan juga sudah selesai dilakukan, tinggal dilakukan penyesuaian dengan RTRW Provinsi.
“Untuk master plan dan RTRW sudah tidak ada masalah, prinsipnya kita masih tetap menunggu arahan dari pempus,” tutup Samsudin. (Sam-*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!