Bobong, Maluku Utara- Setiap musim hujan, warga Kota bobong, ibukota Kabupaten Pulau Taliabu pasti was-was. Pasalnya, rumah mereka pasti diserbu banjir.
Kota Bobong sendiri dikelilingi rawa sehingga terendam air jika musim hujan. Setiap musim hujan, sebagian besar rumah warga, sekolah, perkantoran, bahkan kediaman Wakil Bupati Pulau Taliabu pun terendam air.
Karena menjadi langganan banjir, warga pun meradang dan mulai angkat bicara. Mereka menuding pemerintah daerah tidak peduli dengan kondisi lingkungan warganya.
Seperti disampaikan Risman, salah satu warga Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, kepada Haliyora, pada Sabtu (03/07/2021). Kata dia, sudah dua periode kepemimpinan Bupati Aliong Mus dan Wakil Bupati, Ramli, Kota Bobong menjadi langganan banjir saat musim hujan.
Risman menilai kondisi tersebut karena perencanan pembangunan drainase sangat buruk. Padahal Bobong dikelilingi rawa.
“Seharusnya pembangunan drainase ini dijadikan program prioritas dan perencanannya tepat, karena Kota Bobong ini kan dikelilingi rawa. Bobong ini kan ibukota kabupaten, jadi pembangunan yang ada di ibukota ini harus dirancang dengan matang dan tepat. Tetapi Bupati dan Wakil bupati terkesan kurang peka dan kurang peduli dengan keadaan yang ada. Padahal kondisi seperti ini terjadi setiap musim hujan, dan mereka tau itu,” bebernya.
Dikatakan, bupati lebih banyak mengurus urusan di luar daerah ketimbang mengurus persoalan yang terjadi di daerah ini. ”Buktinya mereka jarang berada di tempat. Keluar terus,” ungkap Risman kesal.
Sementara, pada pantauan Haliyora, Sabtu (03/07/2021), sejumlah rumah warga, gedung sekolah, perkantoran, kediaman wakil bupati, bahkan jalan raya Bobong masih terendam air hujan.
Hingga berita ini dipublis, Kepala Bapeda Samsudin Ode Maniwi dan Kadis PUPR Kabupaten Pulau Taliabu, Supraidno belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telpon dan Whatsap, nomor kontak mereka tidak aktif. (Ham-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!