Abaikan Instruksi, Jarkomdat Sula Diputus, Layanan Lumpuh, Bupati Membela

Sanana, Maluku Utara- Keputusan Bupati Sula, Fifian Adeningsi Mus, yang mengganti 57 perjabat Organisasi Parangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemda Sula, termasuk Kepala Dinas Dukcapil mendapat protes dari Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dirjen Kemendagri kemudian meminta Bupati mengembalikan posisi Kadis Dukcapil yang dipecat itu ke jabatannya semula.

Dirjen Dukcapil juga mengancam akan memutus Jaringan Komunikasi dan Data (Jarkomdat) Sula, jika bupati tidak mengindahkan perintah tersebut.

Ancaman Dirjen Dukcapil Kemendagri nampaknya tidak menggoyahkan Bupati perempuan pertama di Maluku Utara itu.

Hingga kini, adik kandung mantan bupati Ahmad Hidayat Mus (AHM) itu tak hiraukan permintaan Dirjen Dukcapil tersebut. Ia seakan ingin tetap mempertahankan keputusannya. Kadis yang dipecat pun tak dikembalikan sebagaimana permintaan pihak Kemendagri. Dan, pihak Dirjen benar-benar mebuktikan ancamannya. Jaringan Jarkomdat Sula pun diputus.

BACA JUGA  Ini Perintah Bupati Kepsul ke Kepala Bappeda Saat Berburu Takjil

Kini, masyarakat Sula mulai mengeluhkan tidak bisa mengurus (membuat) dokumen kependudukan dan dokumen lainnya di Dinas Dukcapil, lantaran jarinngan Jarkomdat Sula sudah tak ada.

Seperti dikeluhkan, Nursia, salah satu warga sula yang mengaku menempuh perjalanan dengan longboat dari desanya menuju Sanana memakan waktu dua jam plus biaya cukup besar, namun setibanya di kantor, dokumen yang dimasukkannya sebelum bupati Fifian dilantik belum juga diproses, lantaran jaringan macet.

“Berkas saya masukkan sebelum Bupati Sula yang baru dilantik, tapi sampai sekarang saya datang ulang belum juga selesai diproses,” curhat Nurasni, Rabu (23/6/2021).

Sementara, saat dikonfirmasi Haliyora, pada Kamis (24/06/2021), Bupati Sula, Fifian Adeningsi Mus berdalih bahwa tindakannya tersebut merupakan bagian dari  upaya penyelamatan Negeri Hai Sua (Sula)

BACA JUGA  Di BPK, Bupati Fifian Dipercaya Wakili Kepala Daerah Se-Malut

Menurut Fifian, yang dilakukan pejabat sebelumnya salah. Kata dia, mereka selama ini melakukan kecurangan. Ia menyebut, perjalanan dinas untuk setahun dihabiskan pada awal Juni, belanja pegawai direfokusing, gedung perkantoran tidak terawat, serta banyak lagi masalah yang ia temukan di setiap OPD.

“Jadi langkah-langkah yang saya ambil saat ini bukan karna kepentingan politik. Harusnya semua pihak legowo dan menyadari bukan menyalahkan saya selaku Bupati Sula. Saya lebih memilih menyelamatkan Hai Sua (Sula) daripada masyarakat tidak percaya lagi kepada saya atas perbuatan pejabat-pejabat itu yang akan menghancurkan pemerintahan saya, kalau tidak diganti,” tandas Fifian. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah