Sofifi, Haliyora
Akademisi dan pengamat ekonomi Maluku Utara, DR. Mohtar Adam menanggapi kunjungan kerja sejumlah menteri kabinet Jokowi ke Maluku Utara, pada Selasa (22-06/2021), dengan mengatakan kalau kunjungan para menteri tersebut terkait investasi pertambangan, maka hal itu tidak berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara
Pasalnya, kata Mohtar, memang pertumbuhan ekonomi Malut pada kuartal pertama Tahun 2021 sebesar 13,45 persen merupakan sumbangan terbesar dari sektor pertambangan, namun pada saat yang sama angka kemiskinan bertambah 1.500 orang. “Artinya pertumbuhanya tidak berkualitas,” ujar Mohtar.
Menurut Mohtar, kedatangan tujuh mentri tersebut akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Maluku Utara jika para mentri tersebut menginisiasi kawasan industri rempah-rempah bagi komoditi masyarakat, sehingga ada keseimbangan. ”Nantinya jarak ketimpangan tidak terlalu lebar antara Pertambangan dengan komoditi asli warga Malut,” jelas Mohtar kepada Haliyora via whatsapp, Senin (20/06/2021)
Dikatakan, jika ketimpangan terus dibiarkan akan berdampak buruk untuk Maluku Utara dan Indonesia, maka menurut Mohtar, selain membicarakan soal kawasan khusus, para mentri juga memikirkan tentang satu kawasan khusus industri rempah-rempah untuk mengakomodir komoditi yang dihasilkan oleh rakyat Maluku Utara.
“Dengan demikian keseimbangan ekonominya bisa terjadi dan bisa mengagregasi pengentasan kemiskinan dan penganggaran, terutama pada basis sektor pertanian dan perkebunan. Kalau mentri hanya datang untuk kawasan khusus ibu kota Sofifi dan pertambangan, berarti masyarakat Maluku Utara tidak mendapatkan apa-apa, terbukti sudah beberpa kali para mentri datang di Maluku Utara tidak berdampak apa-apa,” tandasnya.
Dosen Fakultas Ekonomi Unkhair Ternate itu mengungkapkan, yang dibutuhkan Maluku Utara saat ini adalah dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan kawasan industri rempah-rempah yang basis komoditinya dari masyarakat Malut sendiri, sehingga pertumbuhan ekonominya berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakatnya.
“Maluku Utara saat ini butuh dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan kawasan industri rempah-rempah yang basis komoditinya dari masyarakat Malut sendiri, sehingga pertumbuhan ekonominya berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!