Smart City, Begini Tata Ibukota Halsel Dambaan Bupati Usman

Halsel, Haliyora

Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik-Hasan Ali Bassam Kasuba berkomitmen menata kembali infrastruktur di Labuha Ibukota Kabupaten Halmahera Selatan.

Bupati Halsel Usman Sidik mengatakan wajah Ibukota Halmahera Selatan harus ditata dengan kosep Kota Cerdas atau disebut Smart City.

“Saya sudah instruksikan kepada OPD menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada bulan ini (Juni)  untuk tindaklanjuti  program Smart City,” kata Usman, Rabu (09/6/2021)

Usman mengharapkan seluruh SKPD dan DPRD bersama masyarakat mensuppor penuh program Smart City tersebut.

“Kami harap support penuh dari OPD, DPRD dan masyarakat untuk mensukseskan program Smart City ini demi keindahan wajah ibukota Halsel yang kita cintai ini,” imbuh Usman dalam rapat paripurna menyambut Hut Halsel ke-18 Tahun 2021 di Aula kantor DPRD, Selasa malam (08/06/2021).

BACA JUGA  Sekda Halsel Sebut Pinjaman Rp 150 M Sesuai Aturan, Disetujui DPRD

Dijelaskan, konsep Smart City Labuha itu berbasis digital (digitalisai ), baik sarana, infrastruktur penunjang seperti fasilitas transportasi, drainase, penataan lingkungan bersih, fasilitas pendidikan dan kesehatan. Sehinga nantinya wajah kota terlihat indah,” jelas Usman.

Diwawancarai terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Halsel, Ramli, mengatakan Perencanaan Program Smart City masih dalam tahap persiapan.

“Sesuai perintah bupati, maka dalam waktu satu bulan ful kita siapkan dokumen untuk penyusunan RPJMD,” jelas Ramli, Rabu (09/6/2021).

BACA JUGA  Terkait Izin Kelola Kayu, Ini Penjelasan Direktur CV AEMM

Lebih lanjut Ramli menjelaskan, secara global gambaran Smart City Ibukota Halsel Labuha itu berbasis digitalisasi yang ditunjang infrastruktur telekomunikasi yang memadai, desain pusat kota cerdas, infrastruktur pendidikan, kesehatan, penataan drainase, menciptakan lingkungan bersih, dan juga akan dibuat land mark sebagai icon kota terang dan bersih,” jelasnya.

Ditambahkan, dalam tiga bulan pertama ini, pihaknya fokus pada RPJMD, perencanaan program 100 hari kerja menyangkut smart city. Nanti eksenya di tahun 2022-2023.

“Sekalipun fokus smart city, namun semua pembangunan lainnya tidak mungkin diabaikan, semua tetap jalan sesuai permintaan bupati yang termuat dalam visi-misi mereka,” pungkasnya. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah