Ternate, Haliyora
Walikota dan Wakil Walikota Ternate mencanangkan beberapa program yang harus diselesaikan dalam 100 hari kerja.
Program-program tersebut diantaranya penanganan air besih, penanganan sampah, pemulihan ekonomi serta Pendapatan Daerah.
Menurut anggota DPRD Fraksi PPP, Mubin A. Wahid, 100 hari kerja walikota Ternate akan tidak tuntas mengingat tidak ditunjang oleh ketersediaan anggaran yang memadai untuk melaksanakan program-program yang ditetapkan.
“APBD kita saat ini sangat jauh menurun. DAU dipotong 8 persen oleh pusat, kamudian kita diminta merefokusing belanja dinas, jadi saya rasa program 100 hari kerja walikota ini tidak akan berjalan maksimal karena tidak didukung anggaran yang memadai,” ucap Mubin, Selasa (08/06/2021).
Kata Mubin, indikasi program 100 hari kerja tidak berjalan maksimal, itu terlihat dalam satu bulan berjalan.
“Saya mau tanya, sekarang lima program unggulan itu sudah nampak ada progress atau belum, ?.kan belum nampak sama sekali. Makanya saya pesimis jika program 100 hari itu akan berhasil dilaksanakan,” ujar Mubin.
Dijelaskan pula, bukan karena faktor ketidakmampuan pemerintah dan jajarannya mengeksekusi program yang ada, namun karena faktor pendukung utama program tersebut yakni keuangan daerah yang kurang memadai.
“Kan harus kita melihat faktor pendukung lainnya, salah satu contoh walaupun program 100 hari dengan desain yang begitu manis, tapi kalau tidak didukung dengan faktor yang kuat atau APBD kita yang lagi terpuruk, maka saya kira akan terkendala,” terang Mubin.
Lima program kerja 100 hari itu akan tereksekusi dengan sukses, jika pemerintah gesit, memiliki mobilitas yang tinggi. “Ya kalau mau maksimal maka Pemkot harus miliki mobilitas tinggi dan gesit,” pungkasnya. (Echal-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!