Halsel, Haliyora
Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba menanggapi keluhan masyarakat penerima bantuan hunian tetap (Huntap) dampak Gempa 2019, dengan mengatakan konstruksi rumah Huntap tersebut didesain untuk Rumah Tahan Gempa (RTG).
Sebelumnya warga penerima bantuan huntap mengeluhkan rumah yang dibangun tidak sesuai iklim dan cuaca setempat sehingga tidak nyaman ditinggali karena sangat panas. Warga juga mengeluhkan lambannya pekerjaan pembangunan rumah di beberapa desa yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Terkait keterlambatan pekerjaan pembangunan rumah tersebut kata Bahrain, itu lantaran semua bahan-bahan bangunan didatangkan dari Pulau Jawa sehingga mengalami keterlambatan. Juga salah satu faktor adalah tidak dialokokasikan biaya operasional bongkar muat, sehingga diupayakan dilaksanakan secara bertahap.
“Bahan-bahannya didatangkan dari pulau jawa semua. Kemudian tidak ada ongkos bongkar muatnya. Karena jauh dan kekurangan biaya operasional bongkar muat, maka pengirimannya pun bertahap. Jadi saya minta warga bersabar. Yang pasti rumah-rumah warga akan dibangun sesuai perencanaannya,” ujar Bahrain Kasuba saat diwawancarai Haliyora di kantor Bupati, Selasa (06/04/2021).
Ia menambahkan, keterlambatan pekerjaan pembangunan Huntap itu kendalanya karena bahannya disuplai dari pulau jawa.
“Biaya pendistribusian barang tidak disediakan, dan pendistribusian bahan juga langsung ditangani BNPB serta jaraknya jauh, sehingga agak terkendala mengakibatkan terjadi keterlambatan. Jadi sekali lagi saya minta masyarakat penerima bantuan harus tetap bersabar menunggu pendistribusian bahan untuk penyelesaian bangunan secara bertahap,” imbuhnya
Sementara menanggapi keluhan masyarakat penerima bantuan huntap tentang kondisi rumah yang tidak bisa ditempati karena panas, menurut Bahrain itu tidak benar. Kata dia, hanya segelintir rumah saja yang terasa panas di dalam rumah.
“Dorang bafoya itu. Belum tempati kong bilang panas bagimana. Buktinya yang sudah selesai pekerjaan huntap yang telah ditempati seperti Desa Pasipalele, Awis dan Desa lainya menikmati rumah barunya dengan tenang dan nyaman tidak protes. Itu hanya segelintir orang yang coba provokasi makanya ada yang bangun gerakan protes dalam bentuk aksi demontrasi itu,” ungkap Bahrain.
Bahrain menambahkan, konstruksi RTG untuk bantuan rumah layak huni tersebut bergaya eropa, RAB-nya langsung disiapkan BNPB, bahkan saldo bantuan dikirim langsung ke rekening penerima bantuan.
”Jadi tidak perlu khawatir, semua bakal selesai dikerjakan dan nanti hasilnya dinikmati warga kita,” pungkas Bahrain. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!