Ternate, Haliyora
Pemerintah Kota Ternate akhirnya mengambil kebijakan untuk memberhentikan ratusan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Hal ini disampaikan langsung Pj Walikota Ternate, Hasyim Daeng Barang usai rapat dengan Perangkat Organisasi Daerah (OPD) lingkup Pemkot. Senin (5/04/2021)
Kepada wartawan, Hasyim mengatakan bahwa rapat yang digelar bersama OPD terlihat belanja untuk PTT sangat besar. Olehnya itu, pemangkasan PTT merupakan langkah efisiensi yang diambil.
“Tadi saya minta asisten dan staf ahli buat SK, kita rancang pemberhentian PTT, ini karena keuangan daerah tidak mampu lagi bayar honor PTT, ini langkah efisiensi,” ujar Hasyim.
Hasyim mengatakan, pengangkatan PTT tidak berdasarkan analisa kerja, juga tidak melalui kajian. Ia menyebut Pemerintah sejak 2018 melaui Men-PAN tidak lagi membenarkan pengangkatan PTT, termasuk di daerah.
“Jadi tidak ada urgensinya pengangkatan PTT, ini pemborosan, akan diberhentikan,” imbuhnya.
Disentil pemberhentian ini akan berdampak pada meningkatnya pengangguran di Kota Ternate, Hasyim menyatakan hal itu tidak menjadi persoalan, kebijakan ini diambil karena kondisi keuangan Pemkot Ternate yang tak lagi memungkinkan untuk membayar honor PTT.
“Kita berhentikan 974 dulu yang pengangkatan tahun 2020 karena sudah ada edaran Men-Pan 2018 bahwa tidak ada pengangkatan, tenaga honorer K2 saja belum beres-beres, kita mau angkat lagi tambahan, logikanya ini masuk pemborosan. Jangan jangan SKPD biarkan hal ini dengan sengaja ambil dana dari honorer,” tandas Hasyim. (Jai-*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!